Jember, seblang.com – Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) puskesmas di Kabupaten Jember mencapai 87 persen pada akhir September 2026. Kondisi tersebut terjadi di tengah peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang telah mencapai 2.893 kasus hingga minggu ke-37.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jember, Rita Wahyuningsih, mengungkapkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit tercatat sebesar 67 persen. Sementara itu, kondisi di klinik masih menunjukkan ketersediaan tempat tidur yang lebih banyak dibandingkan jumlah yang terisi.
“Pada akhir September, keterisian tempat tidur mencapai 67 persen di rumah sakit dan 87 persen di puskesmas,” ujar Rita saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jumat (2/10/2026).
Di tengah kondisi tersebut, jumlah kasus ISPA di Jember terus mengalami peningkatan. Dinkes mencatat 1.781 kasus pada minggu ke-34, kemudian bertambah menjadi 2.187 kasus pada minggu ke-35.
Jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 2.482 kasus pada minggu ke-36 dan mencapai 2.893 kasus pada minggu ke-37. Dari keseluruhan kasus tersebut, sebanyak 566 pasien menjalani perawatan inap.
Menurut Rita, peningkatan kasus tersebar di sejumlah wilayah kerja puskesmas. Tiga wilayah dengan jumlah kasus tertinggi pada minggu ke-37 adalah Mangli sebanyak 359 kasus, Jenggawah 234 kasus, dan Sumbersari 184 kasus.
Wilayah Mangli mengalami peningkatan cukup besar dibandingkan pekan sebelumnya. Dari 255 kasus pada minggu ke-36, jumlahnya bertambah menjadi 359 kasus pada minggu ke-37.
Kondisi serupa juga terjadi di Jenggawah dan Sumbersari. Kasus di Jenggawah meningkat dari 165 menjadi 234 kasus, sedangkan Sumbersari bertambah dari 169 menjadi 184 kasus.












