“Melalui Sekarkijang Creative Fest semakin banyak UMKM yang naik kelas, dari pasar lokal menuju pasar nasional, dari penjualan konvensional menuju digital, hingga mampu menembus pasar internasional,” tambahnya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember Achmad mengatakan, dipilihnya Banyuwangi sebagai lokasi puncak SCF bukan tanpa alasan. Momentum Banyuwangi Ethno Carnival dinilai mampu memberikan panggung yang lebih luas bagi promosi UMKM dan ekonomi kreatif.
Rangkaian pembinaan sendiri telah dimulai sejak Januari 2026 melalui kurasi UMKM, pelatihan, capacity building, studi tiru, hingga promosi produk di lima kabupaten wilayah Sekarkijang.
“Sejak Kamis kemarin sudah diisi berbagai kegiatan. Mulai urusan UMKM sampai ekonomi kreatif. Seperti Desain Motif Batik Sekarkijang dan Singing Competition. Malam ini kita opening ceremony. Besoknya gelaran BEC, lanjut malam harinya ada Sekarkijang Got Talent di Gesibu Blambangan,” ujar Achmad.
Selain mendukung pengembangan UMKM melalui digitalisasi dan pembayaran QRIS, SCF juga menghadirkan operasi pasar murah sebagai bagian dari pengendalian inflasi.
Usai parade BEC 2026 pada Sabtu (18/7), kemeriahan berlanjut dengan Sekarkijang Got Talent di Gesibu Blambangan. Kemudian pada Minggu (19/7) digelar SCF Waqf Run 5K pada pagi hari, sebelum seluruh rangkaian BEC Week 2026 ditutup melalui Konser Musik BEC dan pengumuman Best Costume BEC 2026 pada Minggu malam./////////////










