“Bayangkan jalan kaki 100 kilometer dari pantai ke Ijen, menginap 3 hari 2 malam di rumah penduduk, bayar satu setengah juta sudah laku di Banyuwangi. Artinya nanti akan banyak orang dari kota yang sudah sumpek, dan itu peluang bagi kita semua,” ujarnya.
Selain berdialog dengan para lansia, Yayan juga menyampaikan bahwa komunitas lansia dapat memanfaatkan Gedung Juang untuk kegiatan sosial dan kemasyarakatan tanpa dipungut biaya.
“Kalau untuk kegiatan lansia monggo, gratis. Tapi kalau untuk komersial atau bisnis ya bayar, karena saat ini kita juga sedang menggencarkan peningkatan PAD,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah peserta juga menyampaikan berbagai masukan dan usulan terkait program pemberdayaan lansia di Banyuwangi. Salah satunya mengenai rencana penyelenggaraan jambore lansia.
“Yang penting kita bikin nyaman, karena kalau orang nyaman semuanya akan baik,” ujar Yayan menanggapi usulan tersebut.
Kegiatan rembuk lansia diikuti para pengurus dan anggota komunitas lansia dari berbagai wilayah di Banyuwangi. Acara ditutup dengan pelatihan membuat batik ecoprint dan lepet yang dipandu tim De’ Gentong Guesthouse.///////











