Pengaturan operasional pada sejumlah lintasan dan fasilitas penyeberangan turut memengaruhi fleksibilitas layanan. Selain itu, karakteristik serta volume kendaraan juga membutuhkan penyesuaian dalam pengaturan kapasitas dan distribusi muatan.
Data ASDP mencatat sebanyak 341.826 kendaraan telah dilayani di lintasan Ketapang-Gilimanuk selama periode 31 Agustus hingga 29 September 2026.
Rinciannya yakni 115.469 sepeda motor, 84.489 mobil, 14.567 bus, dan 127.301 truk. Dalam periode tersebut, sebanyak 823 kapal beroperasi dengan total 9.984 trip.
Nana mengatakan kondisi antrean juga berdampak terhadap pengguna jasa, terutama pengemudi kendaraan logistik.
“Kami terus memaksimalkan kapasitas yang tersedia agar proses penguraian antrean bisa lebih cepat, dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan Pemkab Banyuwangi mendukung langkah ASDP dalam menangani kepadatan di kawasan Pelabuhan Ketapang.
Dukungan tersebut dilakukan melalui sejumlah infrastruktur pendukung, termasuk optimalisasi jalan alternatif lingkar Ketapang dan pembenahan underpass perlintasan kereta api.
Menurut Mujiono, kendaraan berat kerap mengalami kendala saat melintasi underpass tersebut. Pemkab berencana menurunkan elevasi jalan di lokasi tersebut.
“Jalan alternatif lingkar Ketapang akan kami optimalkan, terutama underpass kereta api. Nanti landasan jalannya akan kami turunkan,” kata Mujiono.
Pemkab Banyuwangi juga tengah menuntaskan pembangunan jembatan penghubung antara Dermaga LCM dan Bulusan.
Untuk buffer zone, Pemkab mendukung perluasan area parkir di Terminal Ketapang. Area tersebut akan digunakan sebagai kantong parkir kendaraan yang menunggu giliran menyeberang.//////////












