Banyuwangi, seblang.com – Desi Prakasiwi, Bacaleg PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Banyuwangi Dapil 3 Wilayah Muncar – Tegaldlimo, mendorong perekonomian kerakyatan dengan membuka secara resmi Gebyar Bazar UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Petik Laut Muncar 2023, Sabtu (22/7/2023) malam.
Hal ini menjadi bukti komitmen bacaleg perempuan asal Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar ini dalam upaya meningkatkan perekonomian wong cilik. Bahkan dirinya pun bersedia mengemban tugas sebagai Ketua Divisi UMKM dalam pagelaran tradisi tahunan Masyarakat Muncar tersebut.
Desi Prakasiwi mengatakan, selain untuk memeriahkan Petik Laut Muncar 2023, Gebyar Bazar UMKMÂ ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha menengah kebawah dalam mempromosikan hasil produk kreativitasnya.
“Dengan demikian, bazar ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian pelaku usaha UMKM khususnya di Kecamatan Muncar dan sekitarnya,” kata Desi Prakasiwi yang baru saja pulang haji dan menyandang status Hajjah.
Bazar UMKM Petik Laut Muncar 2023 digelar mulai 22 Juli – 2 Agustus 2023. Setiap harinya akan dimeriahkan dengan berbagai macam kegiatan, mulai dari hiburan electone, lomba burung, pentas seni budaya masyarakat pesisir, pencak silat, musik band milenial dan jalan sehat hingga konser orkes dangdut pada penutupan puncak acara.
Bazar ini juga, kata Desi, juga sejalan dengan program Banyuwangi Rebound yang selalu digaungkan Pemkab Banyuwangi untuk mempercepat pemulihan ekonomi.
“Semoga Gebyar Bazar UMKM Petik Laut Muncar 2023 ini berjalan lancar, ramai pengunjung dan ramai pula pembelinya,” harapnya.
Dikesempatan itu juga, Desi sengaja membuat pantun khusus untuk mengajak seluruh Masyarakat Banyuwangi agar turut serta meramaikan acara Gebyar Bazar tersebut.
“Pergi ke Pasar Muncar, jangan lupa beli Acar. Mari kita ramaikan Gebyar UMKM Petik Laut Muncar,” tutup Desi membacakan pantunnya yang disambut tepuk tangan meriah para pelaku UMKM dan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.
Perlu diketahui, Petik Laut Muncar merupakan tradisi tahunan masyarakat setempat yang digelar setiap tahun pada bulan Muharram atau Syuro. Tradisi yang telah berlangsung lama ini merupakan ungkapan syukur Masyarakat Nelayan Muncar kepada Tuhan atas rezeki tangkapan ikan yang melimpah, sekaligus untuk memohon keselamatan saat melaut.//////