Beasiswa tersebut diberikan kepada santri yang menempuh pendidikan jenjang sarjana, magister, hingga doktoral, termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di Al-Azhar Kairo.
“Semua jalur pengabdian ini fondasinya sama, yaitu ilmu yang bermanfaat dan akhlakul karimah. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama mewujudkan momentum Maulid Nabi Rasulullah SAW yang penuh dengan semangat ukhuwah dan persaudaraan,” kata Emil.
Dihadiri Ulama dan Pimpinan Organisasi Keagamaan
Suasana peringatan semakin khidmat dengan lantunan syair dan puisi yang disampaikan K.H. D. Zawawi Imron. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Syekh Muhammad Fadhil al-Jailani al-Hasani yang mengajak jamaah memperbanyak shalawat dan meneladani Rasulullah SAW.
Acara tersebut dihadiri Forkopimda Plus, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim, instansi vertikal, pimpinan badan usaha milik daerah (BUMD), dunia usaha, serta pimpinan organisasi keagamaan.
Di antaranya LDII Jawa Timur, Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Muhammadiyah Jawa Timur, MUI Jawa Timur, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), dan Baznas Jawa Timur.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut, Pemprov Jatim berharap semangat silaturahmi, keteladanan, dan kepedulian sosial terus terjaga. Momentum ini juga diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial serta senantiasa menebarkan kedamaian.(*/Siti Sudarmini,S.E)












