Rute juga melintasi Taman Sritanjung, taman kota yang berada di pusat Banyuwangi. Nama taman tersebut diambil dari tokoh Sri Tanjung dalam legenda masyarakat setempat.
“Soekarno Run tidak hanya sebatas kompetisi lari, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Ipuk.
Sementara itu, BIG Downhill 2026 kembali menghadirkan kompetisi balap sepeda downhill dengan level internasional. Event tersebut telah masuk dalam kalender UCI (Union Cycliste Internationale), organisasi induk balap sepeda dunia.
“Dengan masuknya event ini ke level internasional menjadi bukti nyata kualitas trek yang dimiliki Banyuwangi,” kata Ipuk.
Kejuaraan ini diikuti para pembalap downhill dari berbagai negara. Kehadiran atlet internasional tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi pembalap nasional untuk berkompetisi dan meningkatkan pengalaman di lintasan berstandar internasional.
Venue perlombaan berada di Gantasan Ijen Bike Park, pada ketinggian sekitar 600-700 meter di atas permukaan laut. Trek dirancang untuk kompetisi downhill dengan karakter lintasan yang menantang, mulai dari kelokan tajam, turunan curam hingga rintangan alami.
Salah satu peserta dari tim Bandit Squad, Dewi Ageng Putri Purnomo, mengaku antusias kembali mengikuti BIG Downhill. Pembalap asal Kota Batu tersebut sebelumnya telah dua kali mengikuti ajang yang sama.
“Saya sudah dua kali mengikuti BIG Downhill. Tahun 2025 lalu saya mendapatkan juara 2 Women Open. Sehingga sangat antusias untuk kembali menaklukkan rute di tahun ini,” kata Dewi.
Dua event olahraga tersebut menjadi bagian dari geliat sport tourism Banyuwangi. Selain mendorong aktivitas olahraga dan prestasi, penyelenggaraan event juga membuka peluang bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal, mulai dari akomodasi, kuliner, transportasi hingga UMKM. (*)










