Ipuk menegaskan, Hari Santri harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang diajarkan para ulama dan santri, seperti pengabdian, kejujuran, kerja keras, serta kecintaan terhadap tanah air.
“Nilai-nilai ini harus terus kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk terus diterapkan oleh ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik,” ujarnya.
Tak hanya melalui penggunaan pakaian khas santri, Pemkab Banyuwangi juga menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan kalangan pesantren. Rangkaian agenda tersebut mencakup kegiatan kesehatan, pendidikan, keagamaan, hingga penguatan kewirausahaan.
Cek Kesehatan Gratis berlangsung pada 15-24 Oktober, disusul Festival Anak Sholeh pada 18 Oktober dan Santri Mengajar pada 19 Oktober. Pemkab juga menggelar Rembuk Santri pada 20 Oktober serta Pelatihan Masjid Affiliate pada 21 Oktober.
Sementara itu, program Santri Enterpreneur dijadwalkan pada 22 Oktober, bersamaan dengan upacara peringatan Hari Santri Nasional di Banyuwangi.//////












