Hari Santri Nasional, Pemkab Banyuwangi Bekali Santri Peluang Bisnis Digital

by -5 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com  – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membekali santri dengan wawasan bisnis digital dan pemanfaatan media sosial untuk membuka peluang usaha. Pembekalan tersebut dikemas melalui kegiatan Entrepreneur Santri dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional.

Kegiatan ini diikuti 100 santri dari 52 pondok pesantren di Banyuwangi. Para peserta mendapatkan materi tentang pengelolaan konten media sosial hingga pemanfaatan program afiliasi (affiliate marketing) sebagai peluang usaha di era digital.



Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menyiapkan santri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai yang diajarkan di pesantren. Bekal itu dinilai penting, terutama ketika santri telah menyelesaikan pendidikan dan terjun ke masyarakat.

“Santri hari ini harus memiliki bekal yang lengkap. Selain memperdalam ilmu agama, santri juga perlu memahami perkembangan dunia digital dan peluang ekonomi yang lahir darinya. Pengetahuan ini penting sebagai bekal ketika nanti mereka terjun di masyarakat,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berkarakter, berakhlak, sekaligus produktif. Karena itu, santri perlu dikenalkan dengan berbagai peluang usaha yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

“Perkembangan teknologi digital telah membuka ruang usaha yang semakin luas dan dapat diakses oleh siapa saja, termasuk lulusan pesantren. Dengan memahami ekosistem digital sejak dini, santri diharapkan mampu menciptakan peluang kerja, mengembangkan usaha mandiri, hingga menjadi agen pemberdayaan ekonomi di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan empat pemateri yang memiliki pengalaman di bidang konten digital dan pemasaran afiliasi. Salah satunya Muhammad Tristan Azaria, seorang content creator, pengajar public speaking, sekaligus mentor Masjid Affiliate Al-Kahfi Bandung.

Tristan mengatakan, langkah awal untuk terjun ke dunia digital adalah membangun pola pikir bertumbuh (growth mindset) dan berani memulai, meskipun kondisi yang dihadapi belum ideal.

“Jangan bandingkan proses orang lain dengan diri sendiri. Yang sekarang jago dulunya juga amatir,” kata Tristan.

iklan warung gazebo