Banyuwangi, seblang.com – Sampah kembali menumpuk di muara Sungai Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi menyiapkan alat berat untuk membersihkan sungai hingga sistem pengangkutan sampah langsung dari rumah warga.
Persoalan ini mencuat setelah Sungai Kalimati sempat bersih melalui aksi gotong royong Pemkab Banyuwangi, Sungai Watch, warga, dan sejumlah pihak. Namun, beberapa minggu berselang, sampah kembali memenuhi kawasan muara.
Pemkab Banyuwangi pun mengumpulkan ratusan warga yang tinggal di bantaran sungai di kawasan TPI Pelabuhan Muncar, Selasa (13/10/2026), untuk mencari solusi agar persoalan tersebut tidak terus berulang.
Dalam pertemuan itu, warga mengungkapkan sejumlah penyebab penumpukan sampah. Selain kiriman sampah dari laut saat air pasang, masih ada warga yang membuang sampah ke sungai. Sampah juga diduga berasal dari orang-orang di luar dusun.
Kepala Dusun Kalimati, Muniradi, menyatakan warga siap mengubah kebiasaan dan ikut mengawasi lingkungan.
“Warga sepakat mulai untuk tidak membuang sampah ke sungai, dan sepakat ikut mengawasi serta memberikan sanksi kepada siapa saja yang membuang sampah ke Sungai Kalimati,” kata Muniradi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Suratno, mengatakan penanganan tidak cukup hanya dengan membersihkan tumpukan sampah. Pemkab juga menyiapkan sistem pengelolaan sampah dari rumah tangga agar sampah tidak kembali berakhir di sungai.
Warga akan diarahkan mengikuti program Banyuwangi Hijau dengan memilah sampah organik dan anorganik sebelum diangkut petugas.
“Warga siap melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah. Sampah tersebut nantinya diangkut oleh teman-teman dari Banyuwangi Hijau dari rumah ke rumah. Mekanismenya, termasuk berapa kali pengangkutan dalam seminggu, akan diatur lebih lanjut,” ujar Suratno.












