Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Hj. Siti Mafrochatin Ni’mah Ajak Semua Pihak Lindungi Santri Secara Optimal

by -68 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Wakil Ketua Dewan Hj. Siti Mafrochatin Ni'mah saat melakukan dialog dengan Kepala Kemenag Banyuwwangi di depan Ruang Rapat Khusus DPRD Banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Hj. Siti Mafrochatin Ni’mah, meminta semua pihak mendukung upaya perlindungan santri secara optimal. Hal itu disampaikan dalam kegiatan sarasehan atau halaqah mudhakarah bertema pesantren ramah santri yang digelar Aliansi Jiwa Nusantara (AJINU) Banyuwangi di Ruang Rapat Khusus DPRD Banyuwangi, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pimpinan DPRD Banyuwangi yang akrab disapa Bu Nikmah.



Menurut Bu Nikmah, pihaknya mendukung berbagai upaya yang dilakukan AJINU Banyuwangi untuk mewujudkan lingkungan pesantren yang aman dan ramah bagi para santri.

“Harapan kami, dari sarasehan atau halaqah mudhakarah ini nantinya ada goal atau hasil nyata yang benar-benar bisa diterapkan oleh teman-teman pengasuh pesantren. Kami dari DPRD Banyuwangi bersama pihak eksekutif juga pernah membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Anak,” ujarnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut berharap semua pihak dapat mendukung dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan Banyuwangi sebagai daerah yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.

“Sebagai orang tua, tentu kita merasa miris dan prihatin ketika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Ini menjadi ujian dan cobaan besar bagi kita, khususnya para pengasuh pesantren dan pengelola lembaga pendidikan,” tambah Bu Nikmah.

Ia juga menyampaikan harapan agar ada upaya perlindungan khusus bagi para santri. Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah pembentukan satuan tugas (satgas) perlindungan santri di lingkungan organisasi kemasyarakatan Islam, khususnya Nahdlatul Ulama (NU), yang dilengkapi dengan layanan advokasi.

“Di situ juga ada lembaga-lembaga yang menangani perlindungan anak dan mungkin bisa dimanfaatkan. Atau, bisa dibentuk satgas perlindungan santri agar upaya perlindungan tersebut dapat dimanfaatkan dan dioptimalkan,” pungkasnya.

iklan warung gazebo