Perkuat Fondasi Literasi Anak, Poliwangi Hadirkan Pojok Baca dan Workshop Orang Tua

by -18 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Ika Yuniwati mengatakan, pembentukan kemampuan literasi anak membutuhkan dukungan dari lingkungan sekolah sekaligus keluarga.

“Orang tua memiliki peran yang sangat penting karena proses membangun kebiasaan membaca tidak berhenti ketika anak pulang dari sekolah. Rumah juga perlu menjadi lingkungan yang mendukung anak untuk membaca dan berdiskusi,” ujar Ika Yuniwati.

Dalam workshop tersebut, orang tua didorong memahami bahwa pendampingan literasi tidak harus dilakukan melalui metode yang rumit. Aktivitas sederhana seperti membaca bersama, mengajak anak menceritakan kembali isi buku, maupun menyediakan bacaan sesuai usia dapat menjadi bagian dari rutinitas keluarga.

“Yang paling penting adalah konsistensi. Orang tua bisa memulai dari kegiatan sederhana dan dilakukan secara rutin, sehingga anak melihat bahwa membaca merupakan bagian dari kebiasaan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Nurhalimah menekankan pentingnya keberlanjutan setelah program PkM selesai dilaksanakan. Menurutnya, keberadaan pojok baca akan lebih memberikan manfaat apabila terus dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh sekolah, siswa, maupun orang tua.

“Kami berharap pojok baca ini tidak berhenti sebagai fasilitas yang baru digunakan ketika program berlangsung. Setelah kegiatan selesai, ruang ini tetap hidup dan menjadi bagian dari aktivitas siswa di sekolah,” ujar Nurhalimah.

Ia menambahkan, keterlibatan orang tua juga dapat memperkuat kebiasaan yang dibangun di sekolah. Ketika kebiasaan membaca mendapat dukungan dari dua lingkungan tersebut, anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan bahan bacaan.

“Sekolah dan keluarga memiliki peran yang saling melengkapi. Ketika anak mendapatkan ruang untuk membaca di sekolah dan dukungan dari keluarga di rumah, fondasi literasinya dapat dibangun secara lebih berkelanjutan,” katanya.

Melalui program tersebut, tim PkM Poliwangi mendorong penguatan literasi tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang dibangun bersama antara sekolah dan keluarga.///////

iklan warung gazebo