“Kita memfokuskan kegiatan di Banyuwangi dengan penanaman mangrove. Ini juga sejalan dengan program Pemprov Jatim, yakni ‘Nandur Mangrove’ yang digagas Ibu Gubernur,” ujar KH Amrodji.
Tokoh masyarakat kelahiran Lamongan tersebut menjelaskan, Jawa Timur memiliki potensi mangrove yang cukup besar. Karena itu, LDII ikut mengambil bagian dalam pelestarian mangrove karena tanaman tersebut memiliki banyak manfaat bagi lingkungan, salah satunya menyerap karbon.
“Kalau dilihat secara nasional, posisi mangrove di Jawa Timur sekitar 52 persen. Mangrove ini punya kemampuan menyerap karbon hingga beberapa kali lipat dibandingkan hutan daratan. Akarnya juga bisa memperkuat tanah sehingga membantu melindungi pesisir dari abrasi,” jelasnya.
Ketua MUI Jawa Timur Prof. Dr. KH Abd. Halim Soebahar menilai gerakan penanaman mangrove masih belum banyak dilakukan secara konsisten. Karena itu, ia mendorong LDII untuk terus mengambil peran dalam menjaga dan melestarikan kawasan mangrove.
“Kalau tidak ada yang peduli terhadap persoalan itu, maka LDII harus tetap menjaga dan terus melestarikan mangrove,” harapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga alam dengan merujuk pada Surat Ar-Rum ayat 41 yang mengingatkan umat manusia bahwa kerusakan di darat maupun di laut tidak lepas dari ulah manusia.
Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui aksi nyata, salah satunya dengan menanam pohon. Manfaatnya bukan hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.
“Menanam sesuatu yang bisa menyelamatkan alam dan generasi di masa mendatang, itu juga menjadi amal jariyah,” paparnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengurus Harian DPW LDII Jawa Timur, Sekretaris MUI Banyuwangi Barur Rohim, jajaran pengurus DPD LDII Banyuwangi, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan, PCNU, PD Muhammadiyah, PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Banyuwangi, perwakilan camat, kapolsek, dan danramil.
Selain itu, kegiatan juga diikuti Senkom Mitra Polri, Persinas ASAD, jajaran Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC), Wanita LDII, Pemuda LDII, guru dan siswa-siswi PPPM Nurul Huda, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.












