Laut Selatan Banyuwangi Beruntun Makan Korban, Sehari Dua Kejadian Kapal Nelayan Tenggelam, Pemancing asal Kalipuro Hilang

by -21 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Perahu Pemancing asal Kalipuro yang tenggelam dievakuasi rekan korban
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Laut selatan Banyuwangi kembali memakan korban. Dalam rentang waktu hanya beberapa jam, dua kecelakaan laut terjadi di wilayah berbeda. Setelah kapal nelayan Inovasi terbalik di Pelawangan Grajagan hingga menewaskan dua anak buah kapal (ABK), seorang pemancing asal Kecamatan Kalipuro juga dilaporkan hilang usai dihantam ombak di perairan Senggrong, Kecamatan Muncar.

Pemancing yang hilang diketahui bernama Hambali (56), warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Ia berangkat melaut bersama seorang rekannya pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Keduanya menggunakan perahu yang berbeda.

Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan, setibanya di lokasi memancing, perahu yang ditumpangi Hambali diterjang gelombang tinggi hingga terbalik.

Korban kemudian hanyut terbawa arus,” kata Oka.

Rekan korban sempat berusaha melakukan pencarian dengan mengitari lokasi menggunakan perahunya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Setelah kembali ke daratan, ia melaporkan kejadian itu ke Kantor SAR Banyuwangi.

Menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju perairan Senggrong untuk melakukan pencarian.

“Kami melakukan pencarian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, karakteristik perairan, dan tetap mengutamakan keselamatan personel,” ujar Oka.

Di hari yang sama, kecelakaan laut juga terjadi di Pelawangan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Kapal nelayan Inovasi yang membawa hasil tangkapan ikan bersama 33 ABK terbalik setelah dihantam ombak besar saat hendak masuk ke daratan sekitar pukul 04.30 WIB.

Kapolsek Purwoharjo IPTU Agus Suhartono menjelaskan kapal sempat terombang-ambing akibat gelombang tinggi. Mesin kapal kemudian mati sehingga nahkoda kehilangan kendali sebelum kapal akhirnya terguling diterjang ombak.

Seluruh ABK berusaha menyelamatkan diri dengan berenang dan menggunakan galon sebagai alat apung darurat.

Dalam insiden itu, Purnomo (60), warga Dusun Sumberdadi, Desa Tegaldlimo, dan Junairi (46), warga Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, ditemukan meninggal dunia. Sementara Pendik (34) dan Lukman (25), warga Dusun Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo, hingga kini masih belum ditemukan.

“Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal akibat kecelakaan laut. Untuk dua korban yang hilang, pencarian terus dilakukan bersama Basarnas dan nelayan,” kata Agus.

Dua kecelakaan laut dalam waktu berdekatan itu membuat tim SAR harus membagi personel untuk melakukan operasi pencarian di dua titik sekaligus. Basarnas mengimbau nelayan dan pemancing tidak memaksakan melaut saat gelombang tinggi serta selalu melengkapi diri dengan peralatan keselamatan guna mengurangi risiko kecelakaan di laut.

iklan warung gazebo