“Kegiatan ini bukan hanya milik pemerintah desa, tetapi menjadi ruang bersama bagi seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dan menunjukkan kreativitasnya,” tegasnya.
Karnaval yang dimulai sejak pagi berlangsung hingga malam hari. Setelah parade budaya dan kreativitas warga, suasana Sengguruh kembali semarak dengan penampilan 18 sound horeg.
Masing-masing peserta sound menghadirkan karakter audio dan konsep tersendiri. Salah satu yang menarik perhatian masyarakat adalah Brewok Audio, yang cukup dikenal di kalangan pecinta sound horeg dan kerap tampil dalam berbagai kegiatan karnaval di Malang Raya.
Besarnya antusiasme masyarakat, menurut Jamburi, menjadi modal penting agar Spektakuler Sengguruh terus berkembang dan memiliki daya tarik yang lebih luas.
“Melihat antusiasme masyarakat Sengguruh yang luar biasa, kegiatan ini diharapkan dapat terus tumbuh, berkembang, serta diterima oleh masyarakat luas,” ungkapnya.
Namun, Jamburi menekankan bahwa skala kegiatan yang besar harus diimbangi dengan kesadaran seluruh pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kemeriahan tentu kita harapkan, tetapi ketertiban dan keamanan juga harus kita jaga bersama,” tuturnya.
Bagi Desa Sengguruh, Spektakuler Sengguruh tidak lagi sekadar hiburan tahunan. Perpaduan kreativitas warga, seni budaya, karnaval, dan hiburan malam berpotensi menjadi sarana untuk memperkenalkan desa sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini dapat membangun harmoni antara masyarakat, agama, dan budaya dalam satu tekad untuk mewujudkan Sengguruh yang hebat,” pungkas Jamburi.












