Hampir 50 Tahun Eksis, Tajemtra Jember 2026 Diikuti 25.613 Peserta Tempuh 29,4 Km dari Tanggul

by -49 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W. Sulaksono
Seluruh peserta Tajemtra memulai perjalanannya dari Alun-Alun Kecamatan Tanggul hingga ke Alun-Alun Jember Nusantara.
aston banyuwangi

Di balik besarnya jumlah peserta, Tajemtra memiliki sejarah yang jauh lebih panjang daripada sekadar angka. Kegiatan ini pertama kali digelar pada 1977 dan kemudian berkembang menjadi tradisi yang diwariskan lintas generasi.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, mengatakan kekuatan Tajemtra justru terletak pada suasana kebersamaan yang tercipta selama perjalanan.



“Sejak 1977 sampai hari ini, generasinya berganti tetapi semangat Tajemtra tetap sama. Di sepanjang perjalanan tidak ada sekat. Pelajar, masyarakat umum, komunitas, ASN, pekerja, tua maupun muda berjalan di jalur yang sama dan menuju garis finis yang sama,” ujar Regar.

Menurutnya, perjalanan dari Tanggul menuju Jember mengajarkan lebih dari sekadar ketahanan fisik. Peserta dituntut konsisten menyelesaikan perjalanan, sementara semangat saling membantu membuat jarak puluhan kilometer terasa lebih ringan.

“Tajemtra mengajarkan kita satu hal sederhana: perjalanan panjang akan terasa lebih ringan ketika ditempuh bersama. Ada yang lelah, ada yang menyemangati. Ada yang tertinggal, ada yang menunggu,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, Tajemtra juga berkembang menjadi bagian dari suasana pesta rakyat. Warga yang tinggal di sepanjang rute ikut menyaksikan dan memberikan dukungan kepada peserta. Di sisi lain, keramaian tersebut turut membuka ruang bagi pelaku UMKM dan masyarakat untuk menggerakkan aktivitas ekonomi.

Berbagai komunitas juga memberikan warna tersendiri melalui kostum, yel-yel, maupun kreativitas kelompok. Hal itu membuat perjalanan yang secara fisik cukup panjang berubah menjadi pengalaman sosial yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Pemerintah Kabupaten Jember berharap potensi tersebut terus dikembangkan. Tajemtra tidak hanya dipertahankan sebagai agenda tahunan, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

“Tradisi tidak cukup hanya dipertahankan. Tradisi harus diwariskan kepada generasi berikutnya, dibuat semakin menarik dan memberikan manfaat yang semakin luas. Kita ingin anak-anak muda Jember suatu saat bisa bercerita bahwa mereka pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang Tajemtra,” tutur Regar.

Dalam pelaksanaan tahun ini, sejumlah pihak juga dilibatkan untuk mendukung kelancaran kegiatan. Salah satunya PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang memberikan fasilitas transportasi bagi rombongan peserta. Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari hubungan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Fawait menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk KAI, jajaran Forkopimda, TNI, Polri, dan masyarakat yang turut menyukseskan pelaksanaan Tajemtra 2026.

“Mudah-mudahan kerja sama yang sudah puluhan tahun terjalin dengan baik, mudah-mudahan bisa terus dengan baik. Mudah-mudahan bukan cuma urusan Tajemtra, tapi mudah-mudahan urusan yang lain untuk memajukan Kabupaten Jember,” ujarnya.

Sabtu ini, jalan sepanjang hampir 30 kilometer kembali menjadi saksi bagaimana sebuah tradisi mampu bertahan melewati pergantian generasi. Dari Alun-Alun Tanggul, 25.613 peserta bergerak menuju Alun-Alun Jember dengan langkah dan tujuan yang sama.

Tajemtra telah berjalan sejak 1977. Hampir lima dekade kemudian, tradisi itu masih mampu mengumpulkan puluhan ribu orang dalam satu perjalanan. Bukan hanya tentang kuat berjalan sejauh 29,4 kilometer, Tajemtra menjadi gambaran bagaimana kebersamaan masyarakat Jember terus dipelihara melalui tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.////////

iklan warung gazebo