Di sisi lain, kondisi pasokan air saat ini masih terbatas akibat musim kemarau. Dedik menyebut debit air yang biasanya mencapai sekitar 1.600 liter per detik kini turun menjadi sekitar 115 liter per detik.
Penurunan debit tersebut membuat distribusi air ke persawahan harus dilakukan secara bergiliran agar ketersediaan air yang terbatas dapat dibagi kepada petani.
“Sehingga untuk memenuhi kebutuhan petani, aliran air ke irigasi persawahan digilir,” ujarnya.
Selama pengeringan berlangsung, petugas melakukan pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan di area bendungan serta jaringan irigasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi infrastruktur yang telah berusia sekitar satu abad tersebut agar tetap berfungsi dalam mendukung pengairan pertanian.
Pengeringan Dam Blambangan dijadwalkan berlangsung sekitar satu minggu sejak 18 Oktober 2026, dengan fokus pada pembersihan endapan lumpur serta perbaikan dan pemeliharaan bendungan dan saluran irigasi.//////////












