Banyuwangi. seblang.com – Menjelang musim hujan, Dam Blambangan atau Dam Singir di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kembali dikeringkan untuk membersihkan endapan lumpur yang menumpuk di area bendungan. Pemeliharaan tahunan yang dikenal sebagai gelontor waled ini dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mempersiapkan infrastruktur irigasi menghadapi peningkatan debit saat musim penghujan.
Pengeringan dimulai pada Minggu (18/10) dan diperkirakan berlangsung sekitar satu minggu. Selain membersihkan sedimen atau waled, pekerjaan juga mencakup perbaikan bangunan bendungan dan pemeliharaan jaringan irigasi yang terhubung dengan dam tersebut.
Juru Bendung Dam Blambangan, Dedik Junianto, mengatakan pembersihan endapan lumpur menjadi bagian penting dari perawatan rutin bendungan. Sedimen yang menumpuk perlu dikeluarkan agar tidak mengganggu fungsi bangunan dan aliran air, terutama ketika debit meningkat pada musim hujan.
“Pengeringan ini juga untuk mempersiapkan kedatangan musim hujan. Sehingga ketika debit air tinggi di musim penghujan, sedimen atau waled sudah digelontorkan,” kata Dedik.
Dam Blambangan berada di Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Bendungan peninggalan Belanda yang dibangun sekitar 1925 tersebut masih menjadi salah satu infrastruktur penting untuk menopang kebutuhan pengairan pertanian di Banyuwangi selatan.
Jaringan irigasinya melayani sembilan desa di Kecamatan Muncar dan Srono, dengan luas baku sawah mencapai sekitar 1.457 hektare. Karena itu, pemeliharaan bendungan dan saluran irigasi menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan layanan pengairan bagi lahan pertanian.












