Banyuwangi, seblang.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan desa-desa di Banyuwangi. Salah satunya Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, yang mengembangkan peternakan ayam petelur.
Program ini tak sekadar mengejar keuntungan ekonomi desa. Hasil produksinya juga dimanfaatkan untuk membantu warga rentan, seperti lansia, ibu hamil, dan balita stunting.
Peternakan tersebut mulai berjalan sejak Desember 2025. Kandang berukuran sekitar 30 x 4 meter dibangun menggunakan dana desa dan kini diisi sekitar 1.100 ekor ayam petelur.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang meninjau langsung program tersebut, mengapresiasi langkah Desa Alasbuluh.
“Kalau desa punya usaha seperti ini, manfaatnya ganda. Ekonomi bergerak, warga terlibat, dan hasilnya kembali ke masyarakat,” kata Ipuk, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, program berbasis desa seperti ini perlu terus didorong. Selain meningkatkan kemandirian ekonomi, juga membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
“Telur sumber protein yang baik. Jika dikelola desa dan dimanfaatkan untuk warga, dampaknya besar, termasuk untuk pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Pendamping Desa Alasbuluh, Eko Mulyono, menjelaskan usaha tersebut berawal dari musyawarah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Dari forum itu disepakati pembentukan unit usaha melalui BUMDes.
Pembangunan kandang dimulai Oktober 2025 dan selesai dua bulan kemudian. Selanjutnya, ayam petelur didatangkan hingga mencapai sekitar 1.100 ekor, dengan total investasi awal sekitar Rp300 juta.
“Awalnya produksi masih sedikit, hanya belasan butir per hari. Sekarang meningkat, sudah bisa menghasilkan sekitar satu krat atau sekitar 15 kilogram telur per hari,” jelas Eko.
Hasil produksi dipasarkan di sekitar desa hingga pasar di wilayah Wongsorejo. Namun, sebagian juga dialokasikan untuk kegiatan sosial.
Salah satunya melalui kegiatan posyandu. Warga yang datang mendapatkan telur gratis sebagai tambahan gizi.
“Setiap sasaran mendapat 10 butir telur. Ini untuk membantu pemenuhan nutrisi sekaligus mencegah stunting,” pungkasnya. (*)












