Bupati Malang Minta MWCNU Gondanglegi Tak Terjebak Rutinitas, Dorong Program yang Dirasakan Warga

by -14 Views
Wartawan: Achmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Bupati Malang, HM Sanusi (tengah) bersama Ketua PCNU, KH Hamim Kholili dan seluruh pengurus baru MWC NU Gondanglegi masa bakti 2026 - 2031
aston banyuwangi

“Dalam periode kedua MWCNU Gondanglegi ini, kita harapkan program-program yang sudah dicanangkan bisa benar-benar dilaksanakan. Tidak perlu muluk-muluk terlalu tinggi, yang penting programnya bisa berjalan,” kata KH Hamim.

Ia bahkan mendorong gagasan pengajian keliling yang disampaikan Bupati Malang agar dapat diterjemahkan menjadi program bersama antara MWCNU dan seluruh ranting NU di wilayah Gondanglegi.



“Seperti pengajian akbar yang dicetuskan Pak Bupati, itu sebenarnya bisa dilaksanakan oleh MWCNU dan ranting-ranting. Kita harapkan nanti bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Tanfidziyah MWCNU Gondanglegi, Muhammad Shodiq, S.Pd.I., menyebut pelantikan kali ini sekaligus menandai dimulainya periode kedua dirinya memimpin organisasi tersebut.

Sebelumnya, Shodiq dipercaya memimpin MWCNU Gondanglegi pada periode 2021–2026. Memasuki periode 2026–2031, pihaknya berkomitmen melakukan pembenahan sekaligus memperkuat kemandirian organisasi.

“Alhamdulillah, ini pelantikan untuk periode kedua. Perbaikan-perbaikan terus kami lakukan. Ke depan, MWCNU Gondanglegi juga ingin terus mendandani perekonomian agar organisasi bisa semakin mandiri,” ungkap Shodiq.

Menurutnya, penguatan organisasi juga harus dilakukan dari struktur paling bawah. Ranting NU di tingkat desa dapat mengembangkan kepengurusan hingga anak ranting sesuai kebutuhan dan karakter wilayah masing-masing.

Dengan struktur yang semakin dekat dengan masyarakat, ia berharap berbagai program MWCNU Gondanglegi dapat lebih mudah dijalankan sekaligus menyentuh kebutuhan warga.

Pelantikan tersebut tidak hanya menyasar jajaran MWCNU Gondanglegi. Sejumlah lembaga di bawah naungan MWCNU juga dikukuhkan, antara lain Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), lembaga takmir masjid, serta Takmir Masjid An-Nahdhah.

Kepengurusan baru MWCNU Gondanglegi kini dihadapkan pada tantangan untuk menerjemahkan amanah organisasi menjadi program nyata. Penguatan kelembagaan, pemberdayaan ekonomi, kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial menjadi bagian penting agar keberadaan NU semakin dirasakan masyarakat.

Dorongan Bupati Malang, PCNU Kabupaten Malang, dan jajaran MWCNU Gondanglegi tersebut sekaligus menempatkan periode 2026–2031 bukan sekadar sebagai pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk memperkuat peran NU sebagai organisasi yang hadir dan bekerja langsung di tengah masyarakat.////////

iklan warung gazebo