Bupati Malang Minta MWCNU Gondanglegi Tak Terjebak Rutinitas, Dorong Program yang Dirasakan Warga

by -14 Views
Wartawan: Achmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Bupati Malang, HM Sanusi (tengah) bersama Ketua PCNU, KH Hamim Kholili dan seluruh pengurus baru MWC NU Gondanglegi masa bakti 2026 - 2031
aston banyuwangi

Malang, seblang.com – Bupati Malang meminta jajaran Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gondanglegi periode 2026–2031 tidak sekadar menjalankan rutinitas organisasi. Kepengurusan baru diharapkan mampu melahirkan inovasi dan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Malang saat menghadiri pelantikan Pengurus MWCNU Gondanglegi periode 2026–2031 di Pondok Pesantren Al-Rifa’ie 2, Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Minggu (23/8/2026).



Bupati menegaskan, pergantian kepengurusan harus menjadi momentum untuk menghadirkan sesuatu yang lebih baik. Karena itu, program organisasi ke depan perlu memiliki dampak nyata dan tidak berhenti sebatas agenda formal.

“Harus ada perubahan, harus ada inovasi, harus ada kegiatan yang tidak sama. Hari ini harus lebih baik dari kemarin,” tegasnya.

Menurut Bupati, MWCNU memiliki struktur organisasi yang kuat hingga tingkat desa. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas kegiatan keagamaan sekaligus mempererat hubungan NU dengan masyarakat.

Salah satu gagasan yang didorong adalah pelaksanaan pengajian secara bergilir dari satu desa ke desa lainnya selama beberapa bulan dalam setahun. Program semacam itu dinilai mampu membuat kegiatan NU lebih dekat dengan masyarakat.

“Setelah dilantik, harus bergerak. Saya berharap MWCNU bisa bergerak ke depan dan membuat kegiatan yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya integritas dalam menjalankan amanah organisasi. Baginya, integritas tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menjadi bagian dari nilai ketakwaan.

“Integritas itu, dalam bahasa agama, adalah takwa. Menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Apa yang dilarang agama dan aturan jangan dilakukan, sedangkan yang diperintahkan harus dijalankan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Malang, KH Muhammad Hamim Kholili, meminta kepengurusan MWCNU Gondanglegi yang baru benar-benar merealisasikan program yang telah disusun.

Ia menilai program organisasi tidak harus dibuat terlalu besar. Hal terpenting, kegiatan tersebut realistis, dapat dilaksanakan, dan manfaatnya bisa dirasakan warga.

iklan warung gazebo