Ajukan 250 Inovasi di IGA 2026, Banyuwangi Bidik Predikat Kabupaten Terinovatif

by -8 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Masyarakat juga dapat mengakses konsultasi karier, pendampingan pencarian kerja, serta informasi pelatihan dari lembaga swasta, pemerintah, maupun perangkat daerah.

“Pada tahun 2025 ada 5.418 orang yang mengakses Goker Wangi yang terintegrasi di aplikasi Smart Kampung,” jelas Mujiono.


Rindu Bulan Pangkas Anak Tidak Sekolah

Di sektor pendidikan, Banyuwangi mengandalkan inovasi Rindu Bulan untuk mempercepat penuntasan wajib belajar 12 tahun sekaligus menekan angka anak tidak sekolah (ATS).

Program ini menggunakan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan pemerintah desa sebagai garda terdepan dalam mengidentifikasi dan mengembalikan anak-anak ke bangku pendidikan.

Pelaksanaannya mencakup tiga tahapan, yakni pendataan berkala anak tidak sekolah, pengembalian anak ke sekolah, serta pendampingan psikososial.

Dampaknya terlihat dari penurunan jumlah anak tidak sekolah di Banyuwangi. Pada 2023, jumlahnya mencapai 4.186 anak. Angka tersebut turun menjadi 1.356 anak pada 2025.

Capaian juga terlihat pada perluasan desa yang berhasil menuntaskan wajib belajar 12 tahun. Dalam kurun waktu dua tahun, jumlahnya meningkat dari tiga desa menjadi 74 desa.

“Capaian lainnya, jumlah desa yang berhasil menuntaskan wajib belajar 12 tahun meningkat pesat, dari semula hanya tiga desa menjadi 74 desa dalam kurun waktu dua tahun,” ungkap Mujiono.

Banyuwangi memiliki rekam jejak panjang dalam ajang inovasi pemerintahan tersebut. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini berhasil meraih predikat Kabupaten Terinovatif selama delapan tahun berturut-turut sejak 2018. (*)

iklan warung gazebo