Launching Program Padat Karya Dinas PU Pengairan, Ini Kata Bupati Banyuwangi

by -717 Views
Girl in a jacket

Banyuwangi, seblang.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melaunching program padat karya kemiskinan di Embung Dasri, Dusun Mojoroto, Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Jumat (22/03/2024).

Program yang dipelopori Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi ini dihadiri Forpimda Banyuwangi, Forpimka Tegalsari, para Kepala Desa sewilayah Tegalsari, ketua dan anggota Himpunan Petani Pengguna Air (HIPPA) Mekar Sari, jajaran Korsda Glenmor, tokoh lintas agama, serta tokoh masyarakat desa setempat.

Dalam kesempatan ini, pihaknya sangat mengapresiasi adanya program tersebut. Karena dengan berswadaya, petani di Tegalsari bisa memiliki embung seluas 1 hektare yang mampu mencukupi kebutuhan air di area persawahan seluas 120 hektare.

Tentunya dengan embung seluas itu menurutnya membutuhkan banyak tenaga kerja yang dilibatkan. Maka dengan program padat karya mengentaskan kemiskinan, masyarakat yang kurang mampu dilibatkan untuk dipekerjakan, dan diberi kesejahteraan bersumber dari APBD Kabupaten Banyuwangi.

Menurutnya, program ini juga masuk bagian dari anggaran insfratruktur yang masuk 15 persen dari anggaran yang ada di wilayah Kecamatan Tegalsari.

“Jadi, jika bicara tentang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, ini bukan hanya saja untuk fisik tetapi juga untuk bagaimana mengurangi kemiskinan dan juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” terang Bupati Banyuwangi, di kegiatan tersebut.

Ir. Guntur Priyambodo Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan (PUPR) Kabupaten Banyuwangi, mengatakan program ini sudah dijalankan sejak Tahun 2020, dikelola oleh HIPPA Mekarsari. Tahun ini ditingkatkan, dengan cara bersinergi dengan program pengentasan kemiskinan Kabupaten Banyuwangi.

Menurutnya, peserta program padat karya ini diambil dari sebagian data P3KI yang masuk kemiskinan ekstrim yang ada di desa – desa, dengan harapan intervensi ini bisa membantu drajat masyarakat tersebut. Tahun ini yang sudah diinterpretasikan sebanyak 80 kelompok padat karya, masing – masing kelompok ada sekitar 30 anggota.

Embung yang sudah ada sejak Tahun 1981 dulunya adalah dam kecil, kemudian masyarakat melakukan perluasan dengan cara patungan membeli tanah seluas 1 hektar, dan terciptalah embung seluas ini.

Menurutnya, embung ini kedepannya tidak saja berfungsi untuk pengairan persawahan. Pihaknya berharap berdasar pada aspirasi kelompok HIPPA, embung ini bisa dijadikan destinasi wisata kolam pemancingan ikan.

“Alhamdulillah tahun ini peserta program padat karya PUPR sudah 2400 peserta. Semoga program ini terus berjalan dan harapan itu bisa segera direalisasikan,” jelas Ir. Guntur Priambodo.

Sementara itu, Sujono Ketua HIPPA Mekarsari, sangat berharap kedepan embung ini bisa menjadi salah satu wisata andalan di wilayah Kecamatan Tegalsari.

“Harapan kami itu. Dan kami sangat berterimakasih atas program – program yang telah diberikan Bupati Banyuwangi,” pungkas Sujono.

Kegiatan yang bertepatan di bulan Ramadan ini ditutup dengan acara buka bersama dan shalat magrib berjamaah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.