Aktivis Pelni Rompies Mengamuk di Kantor Dispenduk Banyuwangi

by -473 Views
Girl in a jacket

Foto: Barang-barang Dispenduk yang rusak

Banyuwangi, seblang.com – Pelni Rompis mantan petinju profesional yang juga seorang aktivis di Banyuwangi mengamuk di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) Banyuwangi, Selasa (16/6).

Sebuah kursi ia lemparkan ke salah satu meja staff pegawai hingga menghantam dua buah monitor dan sebuah CPU. Tak hanya itu, pot bunga yang berada di luar kantor pun tak luput dari sasaran amukannya. Pot bunga yang sedianya untuk mempercantik lingkungan Dinas tersebut, ia lemparkan hingga pecah tepat di depan ruangan kepala Dinas.

Pelni Rompies

Dari hasil penelusuran seblang.com di lapangan, tindakan anarkis Pelni tersebut dilatarbelakangi atas ketidakpuasanya terkait pelayanan Dispenduk Capil Banyuwangi yang dia anggap berbelit-belit.

“Saya sudah dua minggu ngurusi KTP dan KK saya ini, karena ada dua nama. Jadi saya ingin dibuat satu nama, supaya jika mengurusi administrasi lainya, seperti untuk keperluan anak saya pendaftaran ataupun digunakan untuk pencairan uang di rekening Bank tidak dipersulit, ” kata Pelni kepada wartawan.

“Pengurusan ini mudah sebenarnya, tapi saya dipimpong. Hingga dua minggu tidak jadi-jadi. Padahal persyaratanya sudah saya penuhi. Jadi, habis sudah batas kesabaran saya. Akhirnya jalan pintas saya, ngamuk seperti ini,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dispenduk Capil Banyuwangi Juang Pribadi mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan sikap anarkis yang semestinya tidak patut dilakukan oleh seorang Pelni Rompis yang diketahui juga berprofesi sebagai guru ASN yang mengajar di salah satu sekolah yang ada di Banyuwangi.

Juang Pribadi mengaku, pihaknya telah melayani permintaan ganti nama yang dimintanya sedikitnya dua kali.

“Dulu dia meminta pergantian nama di KTP Pelni Rompis dirubah menjadi Pelni Febri Rompis,”kata Juang Pribadi kepada wartawan.

Perubahan itu bisa, lanjut Juang, karena ada dokumen pendukung lainya seperti ijazah dan akta kelahirannya yang menyebut Pelni Febri Rompis.

Tapi kalau yang sekarang ini, terang Juang, harus memakai persyaratan putusan pengadilan. Karena persyaratan yang dibawanya sekarang ini bukan persyaratan primer melainkan sekunder. Persyaratan yang dibawanya adalah ijazah anaknya yang hanya menyebutkan namanya Pelni Rompis.

“Sekarang dia (Pelni) minta diganti nama lagi yang dulunya sudah dirubah menjadi Pelni Febri Rompis dirubah kembali Pelni Rompis nama awal,” terangnya.

“Bisa dirubah tetapi harus pakai putusan pengadilan bukan pakai ijazah anaknya yang menyebutkan namanya Pelni Rompis,” tambahnya.

Atas sikap anarkis Pelni Rompis itupun berbuntut panjang. Tak berselang lama ia membuat ulah, pihak kepolisian dari Polresta Banyuwangi turun langsung ke TKP. Pelni Rompis itupun dibawa ke Mapolresta Banyuwangi untuk dimintai keteranganya atas insiden pengrusakan tersebut.(guh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.