Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, menekankan pentingnya peran pendidik dalam membangun karakter peserta didik di tengah perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, meskipun teknologi informasi mampu menyajikan materi pembelajaran secara lengkap, tugas dan peran guru tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh teknologi.
“Terdapat dua tugas utama pendidik yang tidak bisa diwakili oleh teknologi informasi, yaitu mendoakan para siswa dan menjadi figur teladan yang baik (uswatun hasanah),” ujarnya.
Chaironi juga menuturkan bahwa sebagai tokoh sentral di bidang keagamaan, seorang kiai memiliki peran strategis dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada masyarakat.
Menurutnya, pelestarian lingkungan tidak hanya dipandang dari sudut pandang ekologis, tetapi juga dikaitkan dengan nilai-nilai transendental dan ketuhanan berdasarkan ajaran Al-Qur’an dan hadis.
“Menjaga lingkungan merupakan kewajiban sekaligus nilai ibadah kepada Allah. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan yang tumbuh di lingkungan pesantren diharapkan dapat diperluas kepada masyarakat umum,” imbuh Kepala Kemenag Banyuwangi tersebut.
Lebih lanjut, Chaironi menegaskan bahwa di tengah perubahan yang berlangsung cepat pada era digital, keberadaan pondok pesantren tetap memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga menilai bahwa penguatan keteladanan pendidik dan pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berakhlak baik, sekaligus mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah bagi para santri.//////












