“Harapannya ada solusi dan pengaturan yang jelas. Kalau sudah antre, jangan ada kendaraan angkutan lain yang mengambil jalur untuk mendahului,” keluh sopir lainnya.
Kemacetan tersebut terjadi ketika kapasitas pelayanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk belum sepenuhnya normal. Sejumlah fasilitas dermaga masih menjalani pekerjaan peningkatan kapasitas.
Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk tengah ditingkatkan. Sementara dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang juga dikerjakan untuk ditingkatkan menjadi movable bridge (MB) berkapasitas hingga 50 ton.
Pada saat yang sama, volume kendaraan logistik menuju Bali meningkat. Kondisi itu membuat antrean kendaraan semakin cepat menumpuk.
ASDP kemudian mengoperasikan tiga kapal bantuan untuk mempercepat penguraian antrean.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan tiga kapal tersebut menggunakan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB).
“KMP Atayana dan KMP Portlink VII menerapkan pola TBB di Pelabuhan Gilimanuk, sedangkan KMP Liputan XII menerapkan pola yang sama di Dermaga LCM. Ini kami optimalkan untuk mempercepat pergerakan kapal dan mengurangi antrean secara bertahap,” kata Media.
ASDP juga memastikan tiket yang telah dimiliki pengguna jasa tetap akan dilayani meski terjadi penumpukan kendaraan.
“Kami memahami kondisi ini berdampak pada perjalanan masyarakat. Pengguna jasa diminta tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Tiket yang sudah dimiliki tetap akan dilayani dan tidak perlu khawatir hangus,” ujarnya.//////////












