Banyuwangi, seblang.com – Puluhan sopir truk menggelar aksi di pintu masuk Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Kamis (3/9/2026). Mereka protes setelah terjebak kemacetan lebih dari 20 jam.
Aksi berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Para sopir meninggalkan truk yang masih tertahan dalam antrean dan berkumpul di depan pintu masuk pelabuhan.
Akses masuk pelabuhan saat itu ditutup menggunakan portal. Para sopir duduk di sekitar lokasi sambil menyampaikan keluhan terkait antrean panjang yang tak kunjung terurai.
Kemacetan terjadi di jalur Situbondo-Banyuwangi menuju Ketapang. Sore itu, antrean kendaraan terpantau mengular hingga sekitar 15 kilometer.
Mayoritas kendaraan yang terjebak merupakan truk logistik yang hendak menyeberang ke Bali. Sopir mengaku harus bertahan berjam-jam di jalan, bahkan sebagian menginap di dalam kabin kendaraan.
“Sudah lebih dari 20 jam tertahan. Kami belum bisa masuk ke penampungan dan kendaraan masih antre di jalan,” ujar salah seorang sopir.
Kemacetan panjang membuat distribusi barang ikut terganggu. Waktu perjalanan bertambah, sementara biaya operasional sopir juga ikut meningkat.
Sejumlah truk membawa komoditas yang membutuhkan penanganan khusus. Sopir khawatir muatan rusak jika terlalu lama berada dalam perjalanan.
Para sopir meminta pemerintah dan pengelola pelabuhan segera mengambil langkah untuk mengurai antrean.
Mereka juga menyoroti kendaraan yang mengambil jalur berlawanan atau ngeblong untuk melewati antrean. Menurut mereka, tindakan itu membuat kendaraan yang sudah menunggu lama semakin dirugikan.












