Satu Dekade Cuci Darah, Siti Bersyukur Tak Terbebani Biaya Berkat JKN

by -1043 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
Foto: Siti Khotimatus Sa’adah Pasien Gagal Ginjal RS Bhakti Husada Banyuwangi
aston banyuwangi

Informasi tersebut membuatnya lebih memahami alur pelayanan sehingga tidak kebingungan ketika harus menjalani pengobatan secara rutin.

“Saya selalu mendapatkan penjelasan mengenai ketentuan pelayanan dengan baik, mulai dari surat kontrol hingga penerbitan rujukan oleh rumah sakit. Jadi saya tahu apa yang harus dilakukan dan tidak bingung ketika akan menjalani HD,” katanya.



Untuk memastikan kepesertaannya tetap aktif, Siti memanfaatkan aplikasi Mobile JKN. Melalui aplikasi tersebut, ia dapat mengecek status kepesertaan sekaligus memastikan pembayaran iuran tetap berjalan.

Ia juga pernah menggunakan fitur antrean online ketika berkunjung ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Menurutnya, fitur tersebut membuat proses pendaftaran menjadi lebih praktis.

“Selain cek status kepesertaan JKN, saya juga pernah memanfaatkan fitur antrean online saat berkunjung ke faskes pertama. Proses pendaftaran menjadi lebih praktis sehingga saya tidak perlu menunggu lama lagi,” tuturnya.

Setelah hampir 10 tahun menjalani hemodialisis, Siti berharap Program JKN terus berlanjut dan memberikan akses perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

Bagi Siti, JKN memberikan rasa tenang karena pengobatan yang harus dijalani secara rutin tetap dapat diakses tanpa harus dihantui persoalan biaya.

“Semoga JKN terus ada dan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

iklan warung gazebo