Pada rangkaian latihan amfibi dan maritim, unsur TNI AL melibatkan KRI Sultan Iskandar Muda-367, sedangkan ADF mengerahkan kapal perang HMAS Choules, HMAS Perth, dan HMAS Stalwart.
Naudi menegaskan, hasil latihan perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh, peningkatan kemampuan profesional setiap satuan, serta pemeliharaan komunikasi dan persahabatan antarpersonel kedua negara.
Australia Catat Pencapaian Strategis
Dalam sambutan penutupan, Vice Admiral Justin Jones menyebut KERIS WOOMERA 2026 bukan sekadar kegiatan latihan militer, melainkan wujud nyata komitmen bersama Indonesia dan Australia dalam menjaga keamanan serta stabilitas kawasan.
Ia menilai interaksi personel kedua negara dalam perencanaan, pemecahan masalah, dan pelaksanaan operasi bersama telah memperkuat kemampuan menghadapi tantangan pada masa mendatang.
Jones juga menyoroti sejumlah pencapaian penting ADF dalam latihan tahun ini. Di antaranya, pengerahan dan penembakan HIMARS untuk pertama kalinya di luar Australia, pengerahan Skuadron Ke-4 Angkatan Udara Kerajaan Australia ke Asia Tenggara untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, serta pelaksanaan perdana latihan siber bersama TNI di Indonesia.
Menurutnya, pengalaman dan hubungan yang terbangun selama latihan akan meningkatkan kesiapan operasional sekaligus memperkuat kemampuan kedua negara untuk bekerja sama dalam jangka panjang.
“Marilah kita membawa semangat yang menjadi ciri latihan ini, yakni saling menghormati, tujuan bersama, dan komitmen untuk bekerja sama demi kepentingan bersama serta masa depan kita,” ujar Jones.
Diikuti 2.174 Personel
Latgabma KERIS WOOMERA 2026 berlangsung pada 10–20 Oktober 2026 dengan melibatkan total 2.174 personel TNI dan ADF.
Latihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Australia melalui diplomasi pertahanan, peningkatan kemampuan operasi gabungan, serta penyelarasan prosedur taktis lintas matra.
Pelaksanaan KERIS WOOMERA 2026 juga memperkuat fondasi kerja sama pertahanan kedua negara yang tidak hanya bertumpu pada kemampuan militer, tetapi juga kepercayaan, saling menghormati, dan hubungan antarpersonel yang terbangun selama latihan.///////












