Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasi Program Bangga Kencana di DKI Jakarta

by -87 Views
Wartawan: Rahmat
Editor: Herry W. Sulaksono
Para narasumber dan peserta berfoto bersama usai kegiatan sosialisasi program Bangga Kencana di Kelurahan Kembangan Selatan, Jakarta Barat.
aston banyuwangi

Program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendidikan, serta tumbuh kembang anak. Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kehadiran ayah dalam kehidupan anak dan mencegah fenomena fatherless.

Kemendukbangga/BKKBN juga mengembangkan SAKINA, aplikasi yang menyediakan berbagai informasi mengenai keluarga, kependudukan, pernikahan, dan informasi terkait lainnya.



Sementara itu, program SIDAYA (Lansia Berdaya) ditujukan untuk memberdayakan kelompok lanjut usia agar tetap produktif dan berperan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu bentuk kegiatannya adalah sekolah lansia yang memberikan pembelajaran serta mendukung kesehatan, kehidupan sosial, dan pemberdayaan lansia.

Menurut Anita, berbagai program tersebut disusun dengan pendekatan siklus kehidupan, mulai dari masa kehamilan, anak-anak, dewasa, hingga lanjut usia.

“Angka harapan hidup saat ini semakin tinggi. Karena itu, kita perlu memastikan setiap tahapan kehidupan mendapatkan perhatian yang baik. Fokus kami di Kemendukbangga adalah membangun keluarga yang berkualitas dan mendukung percepatan penurunan stunting,” ungkapnya.

Narasumber lainnya, Dian Anggraini Susanthy, memaparkan sejumlah program dan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berkaitan dengan pemberdayaan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta pengelolaan lingkungan.

Dian mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari rumah tangga sesuai dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta. Sampah perlu dipisahkan menjadi sampah organik dan anorganik agar pengelolaannya lebih baik.

“Jangan membuang sampah begitu saja atau mencampurnya dengan alasan malas memilah. Mari kita mulai dari dapur masing-masing. Sampah harus dipilah karena kapasitas tempat pembuangan sampah di Bantargebang semakin menjadi perhatian,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong pengembangan tempat pengolahan sampah yang dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain.

Selain persoalan lingkungan, Dian menyoroti pentingnya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), terutama terhadap perempuan.

Ia mengimbau masyarakat yang mengetahui atau mengalami kekerasan agar segera melapor kepada pengurus lingkungan maupun melalui saluran pengaduan resmi yang tersedia.

“Kalau melihat atau mengetahui adanya kekerasan dalam rumah tangga, segera laporkan. Masyarakat bisa menyampaikan laporan melalui saluran pengaduan yang tersedia, termasuk layanan darurat 112 sesuai dengan jenis kejadian dan kebutuhan penanganannya,” jelasnya.

Dian juga menjelaskan bahwa pihaknya mendorong pembentukan dan pengembangan sekolah lansia di wilayah Jakarta Barat. Melalui kegiatan tersebut, para lansia diharapkan tetap aktif, memiliki ruang untuk belajar, dan dapat bersosialisasi.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan lurah untuk menghimpun lansia yang berminat mengikuti kegiatan tersebut, kemudian memberikan pendampingan bersama instansi terkait.

“Kami juga memiliki sekolah lansia, meskipun jumlahnya belum banyak. Nanti, Pak Lurah bisa mengumpulkan lansia yang masih ingin aktif berkumpul dan belajar. Kami akan membantu pembinaannya melalui berbagai kegiatan dan pendampingan,” katanya.

Lebih lanjut, Dian menyebutkan bahwa jumlah peserta KB aktif di Jakarta Barat mencapai sekitar 128 ribu orang. Selain itu, terdapat 56 Kampung Keluarga Berkualitas yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas keluarga dan masyarakat.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengikuti kegiatan Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia.

Ia secara khusus mengajak orang tua yang memiliki balita untuk aktif membawa anak ke posyandu guna memantau tumbuh kembang dan memperoleh layanan kesehatan serta edukasi gizi.

Dian juga menekankan pentingnya peran kader dan kelompok dasawisma dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk mengenai pemilahan sampah, kesehatan keluarga, dan program pemberdayaan masyarakat.

“Kalau ada kader atau dasawisma yang menyampaikan informasi, mari kita dukung bersama. Edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat provinsi, kecamatan, hingga kelurahan,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai program Bangga Kencana, memperkuat peran keluarga, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas hidup keluarga. (rh)

iklan warung gazebo