Kejar Target Selesai Desember, Proyek Pembangunan Jembatan Candinegoro Sidoarjo Dikebut 24 Jam

by -87 Views
Wartawan: Hadi Sucipto
Editor: Herry W. Sulaksono
Bupati Subandi sidak Jembatan Candinegoro
aston banyuwangi

Sidoarjo, seblang.com – Pembangunan Jembatan Candinegoro terus dikebut. Mulai Senin (5/10/2026), pengerjaan proyek tersebut dilakukan selama 24 jam. Pelaksana pekerjaan menambah tenaga kerja dan menerapkan sistem kerja lebih dari satu shift.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengejar deviasi keterlambatan fisik yang mencapai minus 9,94 persen.



Selasa pagi (6/10/2026), Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap progres pembangunan Jembatan Candinegoro yang memiliki nilai anggaran Rp1,46 miliar tersebut.

Bupati Subandi meminta deviasi pekerjaan segera dikejar. Kontraktor diminta menerapkan minimal sistem dua shift kerja. Ia menargetkan jembatan dengan panjang 16 meter dan lebar 4 meter itu dapat selesai pada Desember 2026.

“PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) tadi menyampaikan deviasinya saat ini mencapai 9 persen. Karena ini pengerjaan jembatan, kami menyarankan agar diberlakukan minimal sistem dua shift untuk mengejar deviasi tersebut,” ujarnya.

Subandi menyampaikan, masih tersedia waktu sekitar 2,5 bulan untuk mengejar ketertinggalan pekerjaan. Ia berharap pembangunan Jembatan Candinegoro yang mulai dikerjakan pada Juli tersebut dapat rampung pada 16 Desember 2026.

Untuk mencapai target itu, PPK diminta lebih aktif turun ke lapangan serta meningkatkan koordinasi dengan konsultan pengawas dan kontraktor proyek.

“PPK kita sampaikan untuk sering sidak. Sering koordinasi antara konsultan dengan kontraktor. Kalau ada deviasi, panggil ke kantor. Bicarakan kekurangannya apa untuk segera ditindaklanjuti. Biarkan pelaksanaan pekerjaan jembatan ini tepat waktu,” ujarnya.

Bupati Subandi menegaskan, deviasi pekerjaan tidak seharusnya menjadi alasan tidak tercapainya target. Pasalnya, material dan tenaga kerja yang telah disepakati disebut sudah terpenuhi.

Begitu pula dengan kendala teknis, seperti aliran air sungai yang menyebabkan keterlambatan. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya sudah diantisipasi sejak tahap perencanaan pembangunan jembatan.

iklan warung gazebo