Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, kolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi didasari potensi alam dan budaya daerah yang dinilai kuat untuk dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata.
“Banyuwangi memiliki fondasi alam dan budaya yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghubungkan seluruh potensi tersebut agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah,” kata Maya dalam konferensi pers tersebut.
InJourney, perusahaan di bawah Danantara yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata, mendorong pengembangan pariwisata melalui ekosistem yang terintegrasi. Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pendekatan tersebut, terutama dengan dukungan konektivitas penerbangan dan kekayaan destinasi wisata.
Maya menjelaskan, keberhasilan pariwisata tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah kunjungan wisatawan. Lama tinggal, aktivitas yang dilakukan wisatawan, serta manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat setempat juga menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor tersebut.
“InJourney melihat pariwisata sebagai sebuah ekosistem yang perlu dikembangkan secara terintegrasi. Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari berapa lama mereka tinggal, aktivitas yang mereka lakukan, dan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat setempat,” terangnya.
Gandrung Sewu 2026 mengusung tema Kembang Darmo dan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026. Pagelaran yang masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN) tersebut akan melibatkan 1.300 penari, termasuk peserta dari luar Banyuwangi.////////












