“Ketika bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan dan menyasar masyarakat yang membutuhkan, manfaatnya akan lebih terasa,” katanya.
Perhatian terhadap pendidik keagamaan juga menjadi sorotannya. Pada September 2026 lalu, Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Jawa Timur menyampaikan aspirasi mengenai kondisi guru ngaji saat bertemu dengannya.
Aspirasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pendidik di tingkat akar rumput tidak hanya menyangkut kegiatan pembelajaran, tetapi juga kesejahteraan dan dukungan agar aktivitas pendidikan dapat terus berjalan.
Ia berharap perhatian terhadap guru pendidikan umum maupun keagamaan dapat terus diperkuat melalui program yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Lia juga menekankan pentingnya sinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan. Bagi guru, kesehatan mata menjadi faktor penunjang kelancaran tugas sehari-hari, terutama saat membaca materi dan mendampingi peserta didik.
Sebelumnya, kegiatan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis juga pernah dilakukan di Surabaya, salah satunya bagi anak-anak dalam rangka peringatan World Sight Day pada Oktober 2025.
Melalui program yang akan digelar pada Oktober 2026 ini, Lia berharap perhatian terhadap pendidik tidak berhenti pada bantuan kesehatan semata. Ia mendorong adanya dukungan berkelanjutan yang mencakup kesejahteraan, peningkatan kapasitas, serta perlindungan profesi guru.
“Guru adalah bagian penting dari investasi sumber daya manusia. Karena itu, perhatian terhadap mereka harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan nyata di lapangan,” pungkasnya.(*/ady)*












