DPUBM Kabupaten Malang Ubah Pola Penanganan Jalan, Sigap Koridor Satukan Jalan Kabupaten dan Desa

by -87 Views
Wartawan: Ahmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma
aston banyuwangi

“Keberadaan JLS memiliki arti penting karena membuka konektivitas baru sekaligus menghubungkan wilayah Kabupaten Malang dengan kawasan di sekitarnya,” jelasnya.

Konektivitas tersebut diharapkan membuka akses lebih kuat terhadap berbagai potensi daerah, termasuk sektor pariwisata, perikanan, perkebunan dan pertambangan.



Pengembangan jaringan jalan juga diarahkan untuk terhubung dengan infrastruktur strategis lainnya, termasuk jalan tol dan jalan nasional.

“Dengan konektivitas yang semakin terintegrasi, pembangunan jalan diharapkan tidak hanya berdampak terhadap kelancaran mobilitas, tetapi turut membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat,” tutur Oong.

Untuk menjalankan konsep tersebut, DPUBM Kabupaten Malang menyiapkan empat pendekatan utama.

Pertama, membangun satu peta koridor sebagai basis informasi perencanaan infrastruktur.

Kedua, memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa dan pemangku kepentingan lainnya.

Ketiga, mendorong penyusunan regulasi terkait Rencana Umum Jaringan Jalan, status jalan desa dan koridor terpadu.

Keempat, mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan yang dapat digunakan untuk pembangunan maupun penanganan jaringan jalan.

Oong menilai pendekatan tersebut diperlukan karena masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari perencanaan yang berjalan sektoral, kejelasan status sejumlah jalan desa hingga koordinasi antar-pemangku kepentingan.

“Melalui Sigap Koridor, DPUBM Kabupaten Malang mendorong perubahan pola pikir dalam penyelenggaraan jalan. Infrastruktur kabupaten dan desa tidak lagi dipandang sebagai dua sistem yang berdiri sendiri, melainkan sebagai jaringan yang saling terhubung,” tegasnya.

Bagi DPUBM Kabupaten Malang, konsep koridor menempatkan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari sistem pengembangan wilayah.

Keterhubungan jalan dengan pusat ekonomi, kawasan wisata, sentra pertanian, pelayanan publik hingga kawasan perdesaan menjadi pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan.

Dengan pendekatan tersebut, penanganan infrastruktur diharapkan lebih tepat sasaran di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Pada saat yang sama, integrasi perencanaan jalan juga diarahkan untuk mendukung pemerataan pembangunan hingga wilayah perdesaan,” kata Oong.

Ia menegaskan, tujuan akhir Sigap Koridor adalah membangun sistem jalan yang lebih efektif, efisien dan berkelanjutan.

Jaringan jalan kabupaten dan desa yang saling terhubung diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat, memperluas akses terhadap pusat ekonomi dan pelayanan publik sekaligus mengurangi kesenjangan konektivitas antarwilayah.

“Langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Malang untuk memperkuat infrastruktur sebagai fondasi mobilitas masyarakat dan penggerak aktivitas ekonomi daerah,” pungkas Oong.////////////

iklan warung gazebo