DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif

by -87 Views
Wartawan: Ady Prayitno
Anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama foto bersama mahasiswa
aston banyuwangi

Surabaya, seblang.com – Anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama mengajak mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), yang dikenal sebagai Ksatria Airlangga, tidak apatis terhadap politik. Generasi muda perlu mengambil peran dalam kehidupan demokrasi dengan menghadirkan gagasan yang konstruktif, kritis, dan berorientasi pada kemajuan bangsa, bukan sekadar melontarkan kritik yang destruktif.

Pesan tersebut disampaikan Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, dalam kegiatan DPD Goes to School bertema Mengenal Lebih Dekat DPD RI: Rumah Perjuangan Daerah dan Masa Depan Demokrasi Indonesia.



Kegiatan tersebut turut menghadirkan Wakil Rektor Unair Bidang Ekosistem Entrepreneurial dan Pengembangan Bisnis Prof. Dr. Koko Srimulyo, Drs., M.Si.; Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unair Prof. Dr. Radian Salman, S.H., LL.M.; serta akademisi dan pakar komunikasi politik Departemen Ilmu Komunikasi Unair Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si. Direktur Kemahasiswaan DPD RI Dr. Eko Supeno, Drs., M.Si., juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Ning Lia sapaan Lia Istifhama, politik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bernegara. Karena itu, mahasiswa perlu memahami dinamika politik sekaligus mengambil bagian dalam proses demokrasi dengan cara yang bertanggung jawab.

“Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kita hidup di negara demokrasi di mana aktivitas politik akan selalu ada. Kuncinya adalah bagaimana generasi muda mau mencintai dan terlibat dalam politik dengan gagasan yang bersifat konstruktif, bukan destruktif,” jelas Lia.

Dia menegaskan, keterlibatan dalam politik tidak harus dimaknai sebatas menjadi anggota partai politik atau mengikuti kontestasi pemilu. Mahasiswa dapat berkontribusi melalui pemikiran kritis, kajian akademis, penyampaian aspirasi, hingga pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.

Kritik, menurut Ning Lia, tetap menjadi bagian penting dalam demokrasi. Namun, kritik perlu dibangun berdasarkan analisis yang kuat, disertai solusi, serta mempertimbangkan kepentingan masyarakat secara luas.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat dinamika politik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan yang mendorong perbaikan kebijakan dan memperkuat tata kelola pemerintahan.

Alumni Universitas Airlangga tersebut juga menjelaskan pentingnya strategi, keadilan, orientasi kebangsaan, dan integritas dalam kehidupan politik. Dia merangkumnya melalui empat konsep, yakni Strategy, Equity, Nation, dan Integrity.

“Kita membutuhkan strategi yang matang, keadilan otonomi daerah, serta orientasi jangka panjang demi keberlanjutan bangsa. Yang tak kalah penting adalah integritas. Kita butuh pembuktian kerja nyata, bukan sekadar retorika,” tegasnya.

Menurut Ning Lia, demokrasi yang berkualitas membutuhkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance. Fungsi pengawasan dan mekanisme checks and balances antarlembaga negara juga perlu berjalan secara konstruktif.

Pengawasan terhadap pemerintah tidak semestinya hanya berfokus pada kekurangan. Evaluasi kebijakan perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi capaian, menemukan persoalan, dan merumuskan langkah perbaikan.

iklan warung gazebo