Korban selanjutnya berhenti di sebuah warung makan di wilayah Tukangkayu. Saat kendaraan ditinggalkan dalam keadaan terkunci, pelaku diduga memecahkan kaca dan mengambil tas berisi uang.
Penyidik kemudian mengembangkan kasus dengan mengoptimalkan scientific crime investigation. Sejumlah alat bukti, termasuk CCTV, alat komunikasi, transaksi keuangan dan jejak pergerakan tersangka, ditelusuri.
Hasil pengembangan mengarah kepada dua tersangka, Ari Said dan Alex Candra. Keduanya ditangkap di Bukittinggi setelah keberadaan mereka terdeteksi.
Polisi juga menemukan kasus dengan modus serupa di sejumlah daerah lain. Di antaranya kasus di Situbondo pada Januari 2026, Kota Pasuruan pada Februari 2026, Jember pada November 2025. Bahkan kedua pelaku ini juga terdeteksi beraksi lintas negara di sejumlah kota Malaysia.
Rofiq menyebut beberapa bank di Banyuwangi juga diduga sempat menjadi sasaran pengamatan komplotan tersebut. Jejak para tersangka bahkan terdeteksi melalui sejumlah kamera CCTV di sekitar bank.
“Dari data yang kita dapat nanti akan kita konfirmasikan. Sebenarnya yang bersangkutan ini juga mengincar beberapa titik. Alhamdulillah yang kemarin kejadian cuma di BRI saja, tapi di beberapa titik bank juga sudah menjadi target,” ungkapnya.
Karena itu, koordinasi antara pihak bank dan kepolisian dinilai penting untuk mencegah aksi serupa. Polisi ingin sistem pengamanan tidak hanya mengandalkan keberadaan petugas, tetapi juga komunikasi dan deteksi dini.
Selain membenahi pengamanan bank, Rofiq mengimbau masyarakat tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan. Terlebih bagi nasabah yang baru mengambil uang dalam jumlah besar dari bank.
“Kalau membawa benda berharga, pada saat turun dari mobil tolong dibawa barang-barang berharganya,” imbaunya.
Masyarakat juga dapat meminta pengawalan polisi apabila hendak mengambil atau membawa uang dalam jumlah besar. Menurut Rofiq, jajaran kepolisian memiliki fungsi penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli yang dapat dimanfaatkan masyarakat. “Silakan diakses, ini adalah bentuk hadirnya negara,” kata Rofiq.
Langkah pengumpulan pimpinan bank ini menjadi bagian dari tindak lanjut Polresta Banyuwangi setelah berhasil mengungkap jaringan pencurian dengan modus pecah kaca. Polisi berharap penguatan koordinasi dapat menutup celah keamanan dan mencegah nasabah kembali menjadi sasaran.












