Job Fair Mojokerto Digelar, 28 Perusahaan Buka 1.258 Lowongan

by -42 Views
Wartawan: Harianto
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Mojokerto, seblang.com – Ribuan pencari kerja menyerbu Job Fair Kabupaten Mojokerto 2026. Sebanyak 28 perusahaan membuka 1.258 posisi dalam kegiatan yang digelar di SMK Negeri 1 Jetis, Kamis (27/8).

Job Fair tersebut resmi dibuka Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa. Ribuan lowongan yang tersedia menyasar berbagai kebutuhan tenaga kerja, mulai dari bidang pemasaran, produksi, jasa profesional hingga influencer, penerjemah dan instruktur.



Dari total lowongan yang dibuka, 647 posisi diperuntukkan bagi pekerja laki-laki dan 611 posisi bagi perempuan.

Jumlah pencari kerja yang mendaftar bahkan lebih banyak dibandingkan posisi yang tersedia. Tercatat ada 1.493 peserta yang mengikuti Job Fair.

Mayoritas pendaftar merupakan laki-laki dengan jumlah 1.010 orang atau 67,6 persen. Sementara pencari kerja perempuan tercatat sebanyak 483 orang atau 32,4 persen.

Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 946 orang atau 63,4 persen merupakan warga Kabupaten Mojokerto, sedangkan 547 pencari kerja lainnya atau 36,6 persen berasal dari luar daerah.

Jika dilihat dari latar belakang pendidikan, lulusan SMK menjadi kelompok terbesar. Jumlahnya mencapai 946 orang atau sekitar 63,3 persen dari keseluruhan pencari kerja yang mendaftar.

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengatakan terbukanya lapangan pekerjaan sangat berkaitan dengan geliat investasi dan perkembangan sektor usaha. Ketika dunia usaha tumbuh, kebutuhan terhadap tenaga kerja juga ikut meningkat.

“Pertumbuhan ekonomi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesempatan kerja agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat,” kata Albarraa.

Dia menyebut perkembangan pasar kerja di Mojokerto harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, peningkatan keterampilan tenaga kerja serta keterhubungan antara sekolah, perusahaan dan lembaga pelatihan menjadi hal penting.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyediakan kesempatan kerja. Dunia usaha, institusi pendidikan, lembaga pelatihan dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk menjawab kebutuhan pasar kerja.

iklan warung gazebo