Banyuwangi Punya ‘Unbound Gravel’ Versi Indonesia, 400 Pesepeda dari 5 Negara Ikut Ambil Bagian

by -87 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menarik perhatian komunitas balap sepeda internasional. Kali ini, sebanyak 400 pesepeda dari lima negara berkumpul di Glenmore untuk mengikuti ajang Nggravel Glenmore, Minggu (4/10/2026).

Ajang yang pertama kali diselenggarakan Mainsepeda bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tersebut menawarkan sensasi balapan di jalur tanah dan bebatuan. Karakter lintasannya bahkan disebut menyerupai Unbound Gravel, kompetisi gravel ternama di Kansas, Amerika Serikat.


Sebanyak 90% jalur yang dilalui peserta merupakan lintasan nonaspal. Kombinasi tanah, kerikil, bebatuan, hingga pasir menjadi tantangan tersendiri bagi para pesepeda yang datang dari Indonesia, Australia, Belanda, Singapura, dan Swiss.

Panitia menyediakan tiga pilihan kategori, yakni Gravel Race 100 kilometer, MTB Race 100 kilometer, dan non-race 80 kilometer. Kawasan Industri Gula Glenmore (IGG) menjadi lokasi pemberangkatan sekaligus titik akhir seluruh peserta.

Menariknya, lintasan Nggravel Glenmore tidak didominasi tanjakan panjang yang menguras tenaga. Tantangan justru muncul dari perubahan karakter permukaan jalan, kontur menanjak secara bertahap, serta tanjakan pendek dengan kemiringan tajam.

“Benar-benar mirip Unbound di Amerika,” ujar Veri, peserta kategori Gravel 100 kilometer asal Kediri.

Founder Mainsepeda, Azrul Ananda, menjelaskan bahwa keunikan lintasan Glenmore terletak pada keberagaman medannya. Peserta terlebih dahulu melewati sekitar empat kilometer jalan beraspal sebelum memasuki jalur gravel.

“Ada bagian bisa dengan mudah melaju di atas 40 km/jam. Ada yang ‘rock garden’ menggetarkan badan. Ada pula bagian-bagian berpasir yang menantang konsentrasi,” ungkap Azrul.

Perpaduan medan tersebut memberikan tantangan berbeda, baik bagi atlet berpengalaman maupun pesepeda yang baru mengenal disiplin gravel.

“Inilah yang membuat berbagai spektrum pegowes gravel tergiur rute yang memadukan berbagai jenis permukaan ini,” katanya.

Antusiasme juga datang dari peserta mancanegara. Stephen Lane, pesepeda asal Australia, mengaku bukan kali pertama datang ke Banyuwangi untuk mengikuti kegiatan bersepeda. Namun, kompetisi di Glenmore menjadi pengalaman perdananya mengikuti balapan gravel di Indonesia.

iklan warung gazebo