Bahlil Minisoccer Nyaris Ricuh, Petinggi Golkar Situbondo Turun Tangan

by -771 Views
Wartawan: Kadari
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Dedi, salah seorang penonton, mengungkapkan bahwa atmosfer panas sudah terasa sejak peluit pertama dibunyikan. Pada awal babak pertama, SMADA sebenarnya mendapatkan hadiah penalti setelah pemain SMASA melakukan pelanggaran handball. Namun, Dafin gagal mengonversinya menjadi gol.

Dedi juga membeberkan bahwa sebelum laga dimulai, pihak SMASA sempat mengajukan protes dan meminta pergantian perangkat pertandingan.



“Untuk menjaga agar laga final derby Situbondo ini berjalan netral, tim SMASA sempat meminta panitia mengganti wasit karena salah satunya diketahui merupakan alumni SMADA. Namun, usulan pergantian tersebut ditolak oleh panitia,” ungkap Dedi.

Pengurus DPD Partai Golkar Situbondo, Heru Sugiharto, membenarkan adanya insiden kekisruhan dalam laga penentu juara tersebut. Meski demikian, ia bersyukur pertandingan tetap bisa diselesaikan dengan baik.

“Meski sempat diwarnai keributan, pertandingan final tetap bisa dilanjutkan. SMASA akhirnya keluar sebagai juara Bahlil Minisoccer 2026 setelah menang lewat drama adu penalti,” ujar Heru.

Dalam babak adu tos-tosan tersebut, SMASA yang menyandang status favorit juara berhasil menang dengan skor 2-1 setelah dua eksekutor penalti dari SMADA gagal menjalankan tugasnya.//////////

iklan warung gazebo