Catur menjelaskan, seluruh proses pemadaman dan evakuasi dalam latihan tersebut dapat diselesaikan sekitar 15 menit, sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan pihak hotel, yakni di bawah 20 menit.
“Waktu standar kami harus di bawah 20 menit semuanya selesai. Tadi yang kami lakukan kurang lebih sekitar 15 menit, semua evakuasi dan pemadaman selesai. Artinya, kami masih bisa dalam waktu yang ditentukan,” jelasnya.
Selain kebakaran, Catur menyebut simulasi penanganan gempa bumi juga menjadi bagian dari latihan kedaruratan yang rutin dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh karyawan menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkarmat Banyuwangi, Agus Supriyanto, mengatakan kegiatan bersama Aston tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan mengenai mitigasi, pencegahan, dan penanganan kebakaran.
Menurut Agus, rangkaian pelatihan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi serta latihan dasar penanganan kebakaran, termasuk penggunaan alat pemadam api ringan (APAR). Pada hari kedua, petugas Damkar terlibat dalam simulasi penanganan kebakaran dan membantu pemadaman ketika tim internal hotel menghadapi skenario api yang tidak dapat dikendalikan.
“Tujuannya memberikan pengetahuan tentang mitigasi dan pencegahan kebakaran, serta apa yang harus kita lakukan pada waktu terjadi kebakaran,” kata Agus.
Agus menambahkan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyuwangi juga memiliki tugas melakukan pemeriksaan terhadap bangunan gedung untuk memastikan kelayakan dan operasional sistem proteksi kebakaran.///////












