“Pasca produksi, PT INKA mengalami kendala konektivitas hasil produksi dari Banyuwangi ke perusahaan induk di Madiun. Jika lewat darat akan melanggar ketentuan ODOL, jika diangkut dengan kereta api tidak bisa melewati Terowongan Mrawan,” jelasnya.
Kondisi itu dinilai perlu segera dicarikan jalan keluar agar kapasitas industri PT INKA di Banyuwangi dapat kembali dimanfaatkan secara optimal.
DPRD Banyuwangi pun mendorong pemerintah daerah bersama pemerintah pusat untuk duduk bersama mengurai persoalan yang selama ini menghambat operasional perusahaan.
“Kita akan mendorong Pemerintah Kabupaten Banyuwangi maupun Pemerintah Pusat bersama-sama mengurai persoalan yang menjadi kendala operasional PT INKA selama ini,” ujar Made.
Made berharap pemerintah pusat melakukan studi kelayakan untuk memetakan kebutuhan dan kesiapan infrastruktur. Kajian tersebut sekaligus diharapkan menghasilkan alternatif skema pengangkutan sarana perkeretaapian dari Banyuwangi menuju Madiun.
Menurutnya, kepastian solusi konektivitas menjadi penting bagi keberlanjutan aktivitas industri PT INKA Banyuwangi. Jika produksi kembali berjalan optimal, penyerapan tenaga kerja lokal dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar perusahaan juga diharapkan ikut meningkat.//////////












