“Siap!” jawab anak-anak serentak.
Keceriaan semakin terasa saat Khofifah mengajak anak-anak bernyanyi bersama. Lagu Hari Merdeka dan Garuda Pancasila dinyanyikan lantang, diiringi tepuk tangan dan tawa.
Untuk sesaat, SD Inpres Robo berubah menjadi ruang bermain dan belajar yang penuh semangat, meski masyarakat di sekitarnya masih dalam proses pemulihan pascabencana.
Kirim Tim LDP untuk Trauma Healing
Bagi Khofifah, anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam penanganan bencana. Pemulihan mereka mencakup pemenuhan kebutuhan makanan, tempat tinggal, pendidikan, rasa aman, hingga kondisi psikologis.
“Kami mengirim Tim Layanan Dukungan Psikososial atau LDP. Ada empat orang yang sudah tiga hari di sini. Ini tim trauma healing. Yang bisa kita lakukan adalah memberikan penguatan kepada anak-anak, bapak-ibu, dan lansia. Mereka membutuhkan waktu untuk mendapatkan pendampingan, konseling, dan trauma healing,” katanya.
Pemprov Jatim telah menerjunkan Tim LDP untuk mendampingi masyarakat terdampak, khususnya anak-anak dan lansia. Layanan tersebut tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga orang tua yang membutuhkan penguatan psikologis dan konseling pascabencana.
Khofifah menekankan bahwa pemulihan psikososial tidak dapat diselesaikan hanya dalam satu kali kegiatan.
“Jadi prosesnya tidak cukup hanya sekali. Penguatan, konseling, dan trauma healing ini membutuhkan waktu. Karena itu, pendampingan harus terus dilakukan agar anak-anak, bapak-ibu, dan lansia bisa kembali kuat setelah menghadapi bencana,” jelasnya.
Ia berharap layanan tersebut dapat membantu anak-anak menemukan kembali keceriaan. Ketika situasi memungkinkan, mereka diharapkan dapat kembali belajar, bermain, berinteraksi dengan teman, dan mengejar cita-cita.
Ajak Semua Pihak Guyub Pulihkan Anak
Khofifah juga mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan psikososial anak. Peran orang tua, guru, tenaga kesehatan, relawan, pemerintah daerah, dan warga sekitar dinilai penting agar anak-anak tidak menghadapi dampak psikologis bencana seorang diri.
“Kita semua bersaudara. Kita hadir bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita di sini,” ucapnya.
Kepada anak-anak, Khofifah berpesan agar tetap kuat dan bersemangat.
“Anak-anakku, kalian tidak sendiri. Tetap semangat, sehat, dan kuat menghadapi ujian ini. Mudah-mudahan yang sakit segera sembuh, dan anak-anak dengan ceria dan semangatnya bisa kembali bersekolah untuk mencapai cita-cita yang luar biasa,” katanya.
Khofifah menegaskan, semangat gotong royong dalam penanganan bencana harus mencakup seluruh aspek. Bantuan logistik memenuhi kebutuhan sehari-hari, tenaga kesehatan membantu memulihkan kondisi fisik, sementara pendampingan psikososial membantu masyarakat membangun kembali kekuatan mental setelah bencana./(/ady)*












