RSUD Abdoer Rahem Situbondo Belanja Alkes dari Anggaran DBHCHT Sebagai Penguatan Layanan

by -230 Views
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Abdoer Rahem Situbondo.
Girl in a jacket

Situbondo, seblang.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdoer Rahem Situbondo terus berupaya demi meningkatkan pelayanan terbaik untuk masyarakat, salah satunya adalah memperkuat layanan rujukan dengan melengkapi beberapa alat pengadaan kesehatan.

Tentu untuk mewujudkan rencana tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga di tahun 2024 ini kita kucurkan dana anggarkan sebesar Rp. 2,3 miliar yang anggarannya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Direktur RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, dr. Hj. Roekmy Prabarini Ario Senin, (10/6/2024) mengatakan, anggaran DBHCHT tahun 2024 ini akan digunakan untuk melengkapi alat kesehatan (alkes) yang masih kurang, termasuk juga alat yang perlu peremajaan, hal ini kita lakukan guna menunjang penguatan layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Jadi anggaran DBHCHT sebesar Rp.2,3 miliar itu digunakan untuk pengadaan alat kesehatan di antaranya infuse pump 3 unit, syringe pump 2 unit, EEG (electro encephalo graph) 1 unit, ECG (elektro kardiograf) 2 unit, mesin anasthesia 1 unit, bed side cap 5 unit, dan alat pasien monitor 3 unit,” jelasnya.

Selain itu, kata dr. Roekmy juga digunakan untuk mengganti peralatan yang rusak, karena alkes tersebut usia dan pemakaiannya sudah lanjut usianya, sehingga banyak yang rusak. Oleh karena itu, dengan adanya penambahan alat ini bisa dapat mensupport kamar operasi di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo.

“Tentu dengan adanya peralatan yang baru tersebut minimal waktu tunggu untuk pasien dalam menjalani operasi di RSUD Abdoerrahem tidak terlalu lama dan lebih efektif serta lebih cepat. Untuk pembelian pasien monitor rencananya akan kami tempatkan di ruang ICU. Sebab alat yang ada sekarang iniĀ  masih belum cukup,” bebernya.

Lebih lanjut, dr. Roekmy menjelaskan terkait fungsi EEG yaitu, untuk mendeteksi sinyal listrik dari otak, guna mendiagnosis pasien dari kejang. Alat tersebut nantinya akan ditempatkan di poli klinik saraf.

“Alat EEG ini untuk menggantikan alat EEG yang lama yang sudah rusak karena faktor usia dan pemakaian,” sebutnya.

Untuk semua alat kesehatan yang akan kita beli ini, kata Direktur RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, masih dalam proses sistem pengadaan. “Jadi barangnya masih on proses. Barangnya masih belum datang,” pungkasnya. (ADV).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.