Tradisi Tumpeng Sewu Desa Kemiren Banyuwangi Potensi Untuk Pemberdayaan Rakyat dan Menggerakan Ekonomi 

by -113 Views
Girl in a jacket

Banyuwangi, seblang.com – Masyarakat Desa Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi Jawa Timur (Jatim) mewujudkan rasa syukur atas limpahan hasil panen dan sebagai ritual bersih desa menggelar Tumpeng Sewu yang berarti “Seribu Tumpeng”, pada Minggu 2 Dzulhijjah 1445 Hijriah atau 9 Juni 2024.

Menurut Kepala Desa (Kades) Kemiren M. Arifin, rangkain ritual adat Tumpeng Sewu dimulai dengan arak-arakan barong mulai pintu masuk desa adat Kemiren sampai dengan pertigaan destinasi wisata Desa Wisata Oesing (DWO).

Setelah Salat Magrib sambil mengarak Barong tokoh adat menyalakan obor yang ada di depan rumah masing-masing warga sebagai simbol silaturahmi antar warga setempat maupun warga pendatang yang ikut dalam tradisi Tumpeng Sewu.

Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat di Masjid Nurul Huda dan dilanjutkan dengan makan bersama dengan menu utama pecel pitik oleh seluruh undangan dan warga Desa Kemiren.

“Tradisi yang kami lakukan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT yang memberikan panen yang melimpah dan tidak ada halangan musibah . Satu Tumpeng sekitar Rp. 250 ribu sehingga seribu tumpeng sama denga n Rp. 250 juta yang merupakan swadaya masyarakat Desa Kemiren,” ujar M Arifin.

Dalam melaksanakan tradisi Tumpeng Sewu, pihaknya juga mendapatkan support dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, beberapa dinas / instansi yang ada di Banyuwangi dan masyarakat yang memesan untuk dinikmati dan dimakan bersama.

Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Banyuwangi, Forkopimda, PT. Angkasa Pura 2, Forkopimcam Glagah, para Kades / Lurah serta dermawan yang peduli dalam memelihara menjaga dan melestarikan ritual adat warisan leluhur yang harus dijaga dan diuri-uri.

Sementara Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Taufik Rohman menyampaikan permintaan maaf Bupati yang rencananya akan memberikan sambutan secara virtual. Namun karena saat ini bupati dalam perjalanan ke Jakarta untuk lanjut melaksanakan ibadah haji sehingga ada kendala teknis untuk memberikan sambutan.

Dia menuturkan Tumpeng Sewu merupakan even rutin selamatan desa yang melibatkan partispasi dan swadaya masyarakat yang nilainya mencapai Rp. 250 juta .”Sebagai bentuk penghargaan atau reward pemerintah memasukan ritual adat dalam Banyuwangi Festival (B-Fest) sebagai upaya nguri-uri dan melestarikan adat dengan harapan bisa menggerakan ekonomi rakyat karena dihadiri dan dinikmati masyarakat luar Desa Kemiren,” jelas Taufik.

Selanjutnya dia menambahkan tradisi Tumpeng Sewu bisa dijual menjadi salahsatu destinasi wisata budaya, karena tidak ada di desa, kecamatan, kabupaten / kota di Indonesia yang lain.

Tidak lupa Taufik mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana, tokoh adat dan warga Desa Kemiren yang tetap teguh memelihara menjaga dan melestarikan ritual adat.

Dengan adanya ritual tetap dilestarikan menjadi potensi kekayaan yang dimiliki masyarakat untuk dipasarkan menjadi salahsatu destinasi wisata budaya.” Selain itu juga menjadi wahana untuk pemberdayaan masyarakat dan menggerakan UMKM dan ekonomi kreatif dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Desa Kemiren,” tambah Taufik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.