Tewas Tertabrak Kereta Api, Tubuh Pria di Jember Hancur dan Terpotong Jadi Dua Bagian

by -298 Views
Girl in a jacket

Jember, seblang.com  – An (18) warga Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, Jember tewas tertabrak kereta api, saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu di Jalan Dusun Gayam RT 02 RW 25 Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur.

Pria tersebut tewas di lokasi kejadian, dengan jasadnya hancur dan terpotong menjadi dua bagian. Serta terseret kereta api sejauh kurang lebih 300 meter dari lokasi kecelakaan.

Diketahui, korban mengalami kecelakaan tertabrak kereta api Sri Tanjung relasi Banyuwangi – Lempuyangan, Yogyakarta, sekitar pukul 09.40 WIB, Jumat (29/3/2024).

Salah seorang warga sekitar lokasi kejadian Suharyono mengatakan, ada motor yang melaju dari arah selatan ke utara melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

“Nah kemudian tidak tolah-toleh (tengok kanan kiri, red), langsung melintas. Tidak tahu ada kereta api arah dari Jember atau dari arah timur ke barat melintas. Sehingga terjadi kecelakaan,” ucap Suharyono saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Korban saat kejadian sedang berboncengan dengan temannya, Risky Cipta Prasetya warga Bandung.

“Kata temannya yang selamat, dari beli tiket bus. Tidak tahu sudah beli atau belum. Tapi kalau lihat arah korban menuju perlintasan rel, mungkin sudah beli tiket,” ujarnya.

Kemudian saat itu korban dan temannya tidak tahu ada kereta lewat, dan di lokasi kejadian lanjut Suharyono, warga sudah meneriaki untuk minggir.

“Teman korban yang dibonceng itu sempat meloncat dari motor. Tapi yang nyetir ini (korban) tetap melaju dan langsung tertabrak kereta api. Korban terseret kereta api sejauh kurang lebih 300 meter, motornya terlempar ke arah barat dan jatuh di bahu kanan rel sejauh kurang lebih 10 meter,” ulasnya.

Selanjutnya setelah kejadian kecelakaan kereta api itu, kata Suharyono, teman korban langsung dibawa ke Mapolsek Rambipuji.

“Tadi dibawa petugas dari Polsek mungkin untuk dimintai keterangan. Tadi terlihat syok dan pucat gitu, kasihan,” ujarnya.

Lebih jauh Suharyono menyampaikan, terkait kecelakaan kereta api di lokasi kejadian yakni perlintasan rel tanpa palang pintu itu. Sudah dilengkapi rambu-rambu lampu isyarat dan alarm.

“Jadi ada rambu-rambu lampu dan suara. Jadi kalau ada kereta api lewat, meskipun tidak ada palang pintu pengendara tahu dan berhenti saat ada alaram dann lampu itu. Tapi rambu-rambu ini sudah lama mati, mungkin kurang lebih 3 tahunan,” katanya menjelaskan.

Pihaknya berharap, perlintasan rel kereta tersebut supaya diperhatikan kembali.

“Agar rambu-rambu ini diperbaiki lagi. Sehingga meskipun tidak ada palang pintu, masih ada rambu-rambu nya,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Rambipuji Bripka Bambang Febri mengatakan. Saat ini pihaknya langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

“Selanjutnya untuk jasad korban nantinya akan diperiksa oleh Tim Inavis Polres Jember. Juga jika keluarga menerima ikhlas, jasad korban akan langsung dimakamkan,” ujarnya.

“Tapi kalau dibutuhkan visum, akan dibawa ke instalasi Kamar Mayat RSD dr. Soebandi Jember dulu,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.