Daniel Agus Difabel Yang Ditemukan Terbaring Lemah Disamping Mayat Ibunya Dirawat Ayah Tirinya

by -117 Views
Tim Pendamping Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB kabupaten Banyuwangi saat melakukan asasemen di rumah ayah tiri Daniel di desa Benculuk kecamatan Cluring Banyuwangi (Istimewa)
Girl in a jacket

Banyuwangi, seblang.com – Daniel Agus, 32 tahun yang mengalami keterbelakangan mental dan sempat menggegerkan warga Banyuwangi saat ditemukan terbaring lemah disamping ibunya Siti Komariyah, 64 tahun yang dalam kondisi sudah meninggal dunia dan membusuk di rumahnya di Jalan Raung RT 4, RW 3, Kelurahan Singotrunan, Banyuwangi, pada Minggu (24/3/2024) lalu.

Aparat kepolisian, TRC BPBD Banyuwangi dan tim kesehatan pada saat itu melakukan evakuasi jenazah wanita malang tersebut sekaligus membawa Daniel untuk mendapatkan pertolongan karena diduga sudah beberapa hari tidak makan.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB kabupaten Banyuwangi, Henik Setyorini, mengungkapkan setelah mendapatkan perawatan di RSUD Blambangan Banyuwangi saat ini Daniel dirawat oleh ayah tirinya di desa Benculuk kecamatan Cluring Banyuwangi.

“Sejak ada berita difabel yang ditemukan bersama ibunya yang meninggal melalui pilar-pilar sosial, tim kami segera melakukan pengecekan di lapangan dan berusaha untuk menemukan keluarganya. Alhamdulillah saat ini yang bersangkutan dirawat oleh ayah tirinya di desa Benculuk,” ujar Henik Setyorini pada Selasa (26/3/2024).

Dia menuturkan dengan melibatkan pendamping rehabilitasi sosial saat ini pihaknya melakukan asasement dan sudah diketahui Daniel membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar gizi, nutrisi, obat-obatan pempers dan lain-lain.

“Dan itu sudah kami komunikasikan dengan Sentra Mahatmiya Bali milik Kementerian Sosial RI dan dalam waktu dekat akan diberikan bantuan yang dibutuhkan,” imbuh Henik.

Untuk sementara, lanjut dia Dinas Sosial Banyuwangi belum memberikan bantuan secara langsung karena sudah dicover oleh pemerintah desa.

Dalam upaya mencegah dan menanggulangi agar kasus kematian tragis yang menimpa warga Kelurahan Singotrunan tidak terulang di masa mendatang, menurut Henik pihaknya mengharapkan agar warga masyarakat untuk lebih meningkatkan kepedulian dan saling memperhatikan dengan tetangga di sekitarnya.

“Ketika tidak ketemu dengan tetangganya satu dua hari minimal dikunjungi. Jangan sampai terjadi lagi kasus seperti ini ada tetangganya meninggal dunia sampai lima hari baru diketahui,” tambah Henik.

Selain itu, imbuh dia pihaknya berharap kekerabatan dan komunikasi antar masyarakat ditingkatkan lagi. Apabila ada masalah sosial yang perlu dikoordinasikan bisa menghubungi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang ada di desa / kelurahan maupun Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di kecamatan.”Ada juga pendamping rehabilitasi sosial di tingkat kabupaten,” pungkas Henik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.