Ruangan RSUD Blambangan Tergenang Air Saat Hujan, Terekam Video

  • Whatsapp
banner 300600

advertisement 13/01/2021

Banyuwangi, seblang.com – Video banjir yang terjadi di beberapa ruangan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan pada Jumat malam (30/10/2020) kemarin, viral di sejumlah media sosial.

Video yang berdurasi satu menit enam detik tersebut, menggambarkan kondisi rumah sakit rujukan penanganan pasien virus Corona (COVID-19) di Banyuwangi, tergenang air yang diperkirakan setinggi 20 sentimeter. Bahkan di salah satu ruangan, air banjir mengalir deras seperti aliran sungai.

Read More

banner 300600

Advertise 28/01/21

“Inilah air yang menggenang dari sini, dari kamar operasi isolasi, di belakangnya IGD. Air sudah meluber kemana mana,” kata Orang yang ada dalam video tersebut.

“Ini airnya seperti sungai ya. Kamar operasi tergenang air. Seperti sungai gaes,” imbuhnya.

Peristiwa kebanjiran itupun dibenarkan oleh Fais salah satu pejabat teras RSUD Blambangan. Menurutnya, masalah kebanjiran tersebut sudah diatasi. Diapun masih belum mengetahui penyebab pasti kebanjiran tersebut.

“Besok saya tanyakan (penyebab kebanjiran) ke bagian umum ya biar lebih jelas,” kata Fais saat dikonfirmasi seblang.com via WhatsApp, Minggu (1/11/2020).

Kendati demikian, atas peristiwa tersebut pelayanan kesehatan milik pemerintah kabupaten Banyuwangi ini tidak terganggu dan tidak ada pengevakuasian pasien.

“Alhamdulillah gak ada (gangguan pelayanan), alat-alat kesehatan tidak ada yang rusak,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Sekber LSM Macan Putih, Suparmin mengatakan, peristiwa kebanjiran tersebut kerap terjadi jika Intensitas curah hujan yang cukup tinggi melanda kota Banyuwangi. Khususnya diruangan IGD, ruangan Cathlab (ruangan pemasangan ring jantung), Ruangan RKK (ruang anak anak) dan kamar operasi yang mana baru selesai di bangun.

“Hal itupun menjadi keprihatinan kami, mengingat rumah sakit kebanggaan masyarakat Banyuwangi itu tidak lagi memenuhi standar kesehatan,” kata Suparmin.

“Tentu saja, jika hal tersebut kerap terjadi, berarti keselamatan dan kenyamanan pasien maupun karyawan tidak lagi di prioritaskan,” imbuhnya.

Bahkan, kata Suparmin, dampak terburuk atas peristiwa banjir tersebut dikhawatirkan adanya penyebaran wabah, baik dari air banjir yang masuk ke rumah sakit dan air yang keluar dari rumah sakit.

“Kalau terjadi seperti itu, bagaimana mengantisipasinya dan siapa yang menjamin jik air yang keluar dari rumah sakit dapat membahayakan warga sekitar,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta klarifikasi Dinas Kesehatan dan Inspektorat atas kondisi RSUD Blambangan yang mana hampir tiap hujan selalu banjir. Diduga banjir tersebut diakibatkan adanya sistem atau layout yang salah dan belum diperbaiki. Meski penghuni rumah sakit seperti pasein, perawat , dan dokter sering kali mengeluhkanya, tetapi tidak dihiraukan.

“Kami juga minta klarifikasi CV yang mengerjakan RSUD Blambangan. Selain harus ahli, juga diperlukan klasifikasi khusus dalam pembangunan rumah sakit karena berkaitan erat dengan pelayanan, kenyamanan, yang berdampak pada sterilisasi rumah sakit,” pungkasnya.

Wartawan : Teguh Prayitno

banner 300600

advertisement 13/01/2021

Related posts