Seorang Penambang Belerang Dilaporkan Hilang Terjatuh di Danau Kawah Gunung Ijen

by -362 Views
Girl in a jacket

Foto : aktivitas penambangan belerang di kawah Gunung Ijen 

Banyuwangi, seblang.com – Seorang pria bernama Andik pekerja tambang belerang terjatuh di dalam dasar danau kawah Gunung Ijen, Jumat (29/5).

Pria asal Kecamatan Muncar itu terjatuh setelah berusaha menyelamatkan diri dari luapan air danau yang tiba-tiba meluap akibat dentuman di dalam perut Gunung Ijen. Selain itu, juga terdapat seorang penambang lainya yang mengalami luka.

Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Yuli Eko Purwanto saat dikonfirmasi seblang.com membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar, saat ini kami masih berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pencarian korban,” kata Letkol Inf Yuli Eko Purwanto.

Yuli Eko menjelaskan, awalnya korban bersama rekan penambang belerang lainnya melakukan rutininas aktifitas penambangan di wilayah danau bibir kawah Gunung Ijen.

Namun, Gunung yang terkenal akan bluefirenya tersebut tiba-tiba mengeluarkan suara dentuman yang keras di dalam perutnya sekitar pukul 12.30 wib.

“Akibat suara dentuman tersebut menimbulkan debit air meningkat dan gelombang air setinggi 2,5 hingga 3 meter dari bibir kawah,” jelasnya.

Mengetahui hal tersebut, korban bersama rekan penambang belerang lainya berlari menuju puncak Kawah guna menyelamatkan diri. Namun nahas, korban terpeleset karena menginjak media tanah yang rapuh. Sehingga korban pun terjatuh ke danau Gunung Ijen.

“Setelah kejadian, seluruh rekan korban langsung melakukan pencarian secara visual di lokasi bibir Kawah dengan cara melihat dan memanggil Korban,” ujarnya.

“Pencarian korban dilakukan kurang lebih selama tiga jam, namun korban masih belum bisa ditemukan,” imbuhnya.

Lantaran cuaca tidak mendukung, lanjut dia, teman-teman korban memutuskan menghentikan pencarian dan kembali ke pos penambang Paltuding.

“Pencarian akan dilanjutkan besok bersama stakeholder terkait, karena cuaca yang tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian malam hari ini,” pungkasnya. (guh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.