Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Tepis Pulangkan Pasien Masih Positif Covid-19

by -195 Views
Girl in a jacket

Foto : Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono

Banyuwangi, seblang.com – Adanya kabar tentang pasien positif Covid 19 yang dinyatakan sembuh oleh Rumah Sakit Umum Blambangan tapi hasil testnya masih positif, ditepis oleh Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono yang biasa dipanggil dokter Rio.

Menurut Rio, pasien positif asal Muncar yang telah dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit, hasil tes swabnya dari Surabaya menunjukkan negatif Covid 19. Sementara hasil test dari Jakarta hingga saat ini belum turun.

“Salah itu, hasil test dari Surabaya Negatif Covid 19, tapi hasil test dari jakarta belum turun hingga sekarang,” kata Rio.

Rio menjelaskan, jika pihak Pemkab Banyuwangi tetap melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak provinsi terkait langkah langkah yang dilakukan.

“Menurut provinsi jika klinis baik bisa dinyatakan sembuh dan boleh dipulangkan,”terang Rio.

Akan tetapi menurut Rio, meski sudah dipulangkan, selama hasil test dari Jakarta belum turun, pasien tersebut tidak diperbolehkan keluar rumah dan tetap mengunakan masker serta menjaga jarak dan tidak berintraksi dengan orang lain.

“Tetep menjalani isolasi mandiri di rumahnya,”tegasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto sangat geram dengan adanya laporan laporan jika Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi kurang serius. Bahkan kebijakan yang dibuat dikhawatirkan justru memperluas penyebaran virus Corona di Banyuwangi.

Michael telah mendapat laporan dari berbagai pihak jika pasien positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit melalui diagnosa dokter, tetapi hasil tes swab belum keluar.

“Kami tidak mau adanya kecerobohan yang bisa membahayakan nyawa orang lain, bahkan informasi tersebut juga diterima oleh salah satu Forpimda,” kata Michael.

Belum lagi menurut Michkael, ada pasien PDP yang meninggal ternyata hasil test positif Covid 19, sementara sebelumnya saat dirawat keluarga pasien yang menjaga tidak mengunakan prosedur kesehatan.

“Jangan sampe ada data atau apapun yang ditutup tutupi terkait Covid 19 karena bisa membahayakan warga lain,” kata Michael.  (win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.