Oleh karena itu, Agus menambahkan BMKG mengimbau agar masyarakat Banyuwangi lebih meningkatkan kewaspadaan di musim penghujan tahun ini dikarenakan tahun ini juga dipengaruhi dampak fenomena La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan.
“Fenomena ini dapat menambah curah hujan kurang lebih 20-70 persen dengan intensitas rendah hingga sedang dibanding curah hujan seperti musim sebelumnya,” ungkapnya.
Agus menambahkan, ancaman cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga puncak musim penghujan di Januari-Februari 2022.
“Karena curah hujan tahun ini diprediksi makin meningkat intensitasnya, potensi bencana hidrometeorologi yang biasanya disebabkan seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor,” sebutnya.
Sehingga, masyarakat yang berada di wilayah dengan kemiringan tinggi yang berpotensi terjadinya longsor dan berada di wilayah genangan berpotensi banjir, agar selalu meningkatkan kewaspadaan. //











